
Pada Minggu, 13 September 2026, Gedung Dakwah Kota Banjar menjadi saksi pentingnya momen pelantikan 60 pengurus Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Banjar untuk masa bakti 2026–2031. Pelantikan ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran masjid dalam masyarakat, serta mengoptimalkan fungsi sosial dan spiritualnya.
Pelantikan yang Dipimpin oleh Tokoh Terkenal
Acara pelantikan ini dipimpin oleh KH. Muhammad Mansyur Saerozi, Ketua Pimpinan Wilayah DMI Provinsi Jawa Barat. Kehadirannya menambah bobot acara ini, sekaligus menunjukkan dukungan penuh dari pimpinan wilayah terhadap pengurus baru di tingkat kota.
Tema Pelantikan yang Menginspirasi
Kepengurusan baru DMI Kota Banjar mengusung tema yang sangat relevan, yaitu ‘Masjid Berdaya Banjar Masagi’. Tema ini memiliki harapan yang besar untuk menjadikan masjid sebagai lebih dari sekadar tempat ibadah. Diharapkan, masjid dapat berfungsi sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, mendorong kegiatan yang produktif dan bermanfaat bagi seluruh lapisan warga.
Komitmen Pemerintah Kota Banjar
Wali Kota Banjar, H. Sudarsono, turut hadir dalam pelantikan ini dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan peran masjid. Ia menyatakan pentingnya masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan pemberdayaan umat. Komitmen ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah dalam mendukung program-program berbasis masjid.
Pentingnya Masjid dalam Pembangunan Masyarakat
Sudarsono mengungkapkan, “Masjid memiliki potensi besar sebagai motor penggerak pembangunan masyarakat, terutama dalam memperkuat kehidupan keagamaan, sosial, dan kesejahteraan warga.” Pernyataan ini mencerminkan pemahaman mendalam tentang peran masjid dalam konteks sosial yang lebih luas.
Apresiasi untuk Dewan Kemakmuran Masjid
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang telah berkontribusi dalam memberikan pembinaan keagamaan hingga tingkat RT dan RW. Hal ini menunjukkan pengakuan akan kerja keras dan dedikasi para pengurus masjid dalam membina masyarakat.
Susunan Pengurus DMI Kota Banjar
Jajaran pimpinan harian DMI Kota Banjar untuk periode 2026–2031 terdiri dari beberapa tokoh penting, antara lain:
- Ketua: KH. Aep Sapullah
- Wakil Ketua I: H. Agus Mulyana
- Wakil Ketua II: Luqmanul Hakim
- Sekretaris: H. Muhdir
Komposisi ini diharapkan dapat membawa DMI Kota Banjar ke arah yang lebih baik dalam mengimplementasikan program-programnya.
Program Pemberdayaan Umat yang Berbasis Masjid
Selain pelantikan, acara ini juga diisi dengan pembinaan bagi pengurus DMI yang baru dilantik. Pembinaan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pengurus dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka. Selain itu, acara tersebut juga menyertakan penyerahan insentif kepada ratusan imam dan muazin DKM se-Kota Banjar.
Skema Kolaborasi dalam Penyerahan Insentif
Insentif yang diberikan kepada para imam dan muazin ini merupakan hasil dari kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kota Banjar dan Baznas Kota Banjar. Penyerahan insentif dilakukan dengan skema yang terstruktur, yaitu enam bulan bersumber dari pemerintah dan enam bulan dari Baznas. Ini adalah langkah nyata dalam mendukung para pengurus masjid dan meningkatkan kualitas pelayanan mereka.
Langkah Awal Menuju Masa Depan yang Lebih Baik
Pelantikan ini bukan hanya simbolis, tetapi merupakan langkah awal bagi DMI Kota Banjar untuk merealisasikan berbagai program pemberdayaan umat. Program-program ini diharapkan dapat menjangkau seluruh wilayah kota dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kerja Sama yang Terbuka antara Pemerintah dan DMI
Sudarsono juga menekankan bahwa Pemerintah Kota Banjar sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan DMI. “Kita ingin masjid menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya. Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung inisiatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
Dengan pelantikan ini, DMI Kota Banjar diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan masyarakat melalui masjid, menjadikannya sebagai pusat kegiatan yang berdaya guna dan berkelanjutan. Pelantikan ini adalah langkah pertama menuju era baru dalam pengelolaan masjid dan pemberdayaan umat di Kota Banjar.
➡️ Baca Juga: Restrukturisasi Jiangsu Delong Disetujui, Investasi Baru Perkuat GNI di Indonesia
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Memberikan Reward Diri Setelah Menyelesaikan Tugas Besar untuk Tingkatkan Motivasi




