Transfer Pusat ke DIY Turun Rp910 Miliar, DPRD Dorong Penguatan Anggaran 2027

Penurunan dana transfer dari pemerintah pusat ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam dua tahun terakhir mengundang perhatian serius dari DPRD DIY. Dari alokasi Rp3,55 triliun pada tahun 2024, diperkirakan dana tersebut akan menyusut menjadi Rp2,64 triliun pada tahun 2026. Pengurangan sebesar Rp910 miliar ini berpotensi mengganggu kemampuan daerah dalam mendanai proyek-proyek pembangunan serta menjaga kualitas layanan publik yang selama ini diberikan kepada masyarakat.
Pentingnya Dukungan Fiskal dari Pemerintah Pusat
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menekankan perlunya pemerintah pusat untuk meningkatkan kembali transfer ke daerah (TKD) dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2027. Eko menjelaskan bahwa kecukupan anggaran sangat penting agar program-program prioritas pemerintah daerah dapat terus berjalan, terutama yang menyentuh isu-isu penting seperti pengentasan kemiskinan, pengurangan angka pengangguran, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Eko juga mengungkapkan bahwa alokasi TKD nasional dalam APBN 2025 mencapai Rp864 triliun, namun mengalami penurunan menjadi Rp693 triliun pada tahun 2026. Untuk tahun 2027, proyeksi angka Rp735 triliun masih bersifat asumsi. Jika dibandingkan dengan anggaran 2025, alokasi TKD nasional pada 2027 masih menunjukkan penurunan sebesar Rp129 triliun.
Urgensi Penguatan Dana Transfer ke Daerah
āPenguatan dana transfer ke daerah merupakan langkah penting untuk memperkokoh fiskal daerah dalam menghadapi tantangan fundamental seperti kemiskinan dan pengangguran,ā ungkap Eko pada Jumat (9/10). Penurunan terus-menerus dalam alokasi anggaran tersebut menuntut pengelolaan yang lebih cermat agar kebutuhan pembangunan tetap bisa terpenuhi.
Data yang tercantum dalam kerangka Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DIY menunjukkan bahwa pendapatan dari transfer pemerintah pusat mencapai Rp3,55 triliun pada tahun 2024. Angka ini diperkirakan akan menyusut ke Rp3,04 triliun pada tahun 2025, dan kembali menurun menjadi Rp2,64 triliun pada tahun 2026, menuntut pengelolaan yang lebih efektif.
Alokasi Dana Keistimewaan DIY
Selain TKD, Eko juga menyoroti penurunan alokasi Dana Keistimewaan (Danais) untuk DIY, yang berkurang dari Rp1,42 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp1 triliun pada tahun 2025 dan 2026. Ia berharap dukungan Danais dapat ditingkatkan kembali untuk memastikan keberlanjutan program-program keistimewaan yang vital bagi masyarakat.
Dampak Penurunan Dana Desa
Perhatian juga tertuju pada alokasi Dana Desa, di mana Eko mencatat bahwa dana tersebut mengalami penurunan hingga 74 persen pada tahun 2026. Ia mendesak pemerintah pusat untuk mengevaluasi kembali kebijakan alokasi dana dengan mempertimbangkan kebutuhan pembangunan di desa dan kalurahan. Penurunan yang signifikan ini perlu dicermati lebih lanjut untuk memastikan bahwa semua komponen anggaran diperhitungkan dengan baik.
Peran Komunikasi dalam Mendorong Perubahan
Eko mengapresiasi upaya paguyuban lurah di kabupaten dan kota yang aktif menyuarakan kebutuhan penguatan anggaran. Aspirasi ini telah disampaikan melalui komunikasi yang efektif dengan Kementerian Keuangan dan DPR RI, menunjukkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
āKami berjuang bersama untuk menjaga Indonesia dari desa. Kami berharap pemerintah, terlebih Menteri Keuangan, mendengarkan aspirasi daerah dan kembali memperkuat TKD demi mendukung otonomi daerah,ā tuturnya.
Kaitan Antara Anggaran dan Layanan Publik
Kecukupan anggaran daerah sangat berkaitan dengan keberlangsungan layanan yang diperlukan oleh masyarakat. Dukungan fiskal menjadi kunci untuk membiayai perlindungan sosial, pelayanan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Dengan demikian, kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lansia dapat terus mendapatkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, sementara masyarakat usia produktif memiliki lebih banyak peluang untuk mengembangkan usaha dan mendapatkan pekerjaan.
Data Stunting di Kota Yogyakarta
Dari data yang disampaikan Eko, prevalensi stunting di Kota Yogyakarta dilaporkan menurun dari 14,6 persen pada tahun 2024 menjadi 8,4 persen pada tahun 2025. Danais dianggap sebagai salah satu sumber dukungan bagi program-program di tingkat kelurahan. Meskipun demikian, penting untuk memastikan sumber data, metode pengukuran, dan kontribusi masing-masing program terhadap penurunan angka stunting tersebut.
Pentingnya Ruang bagi Pemerintah Daerah
Eko menegaskan bahwa kebijakan fiskal nasional harus memberikan ruang yang cukup bagi pemerintah daerah untuk menyusun prioritas pembangunan berdasarkan masalah dan potensi lokal. Oleh karena itu, penyusunan anggaran tahun 2027 diharapkan tidak hanya mempertimbangkan kondisi keuangan pemerintah pusat, tetapi juga kebutuhan daerah untuk menjaga pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
āKami akan terus membangun komunikasi yang intensif dengan pemerintah pusat dan semua pihak terkait agar postur anggaran transfer ke daerah pada tahun 2027 bisa benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat Yogyakarta,ā kata Eko.
Peningkatan Kemampuan Fiskal DIY
Diharapkan, penguatan TKD akan mampu meningkatkan kapasitas fiskal DIY dalam mempertahankan program-program pembangunan yang menjadi prioritas. Dukungan anggaran yang memadai dan tepat sasaran sangat penting untuk memperluas pelayanan publik, memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan, serta membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
Dengan semua langkah ini, diharapkan DIY dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya, meskipun menghadapi tantangan penurunan dana transfer dari pemerintah pusat. Keterlibatan aktif semua pihak, baik dari pemerintah daerah maupun pusat, sangat krusial untuk mencapai tujuan bersama dalam pembangunan yang berkelanjutan.
ā”ļø Baca Juga: AI 2026: Teknologi Cerdas yang Mengubah Gaya Hidup Manusia Secara Signifikan
ā”ļø Baca Juga: Dislipidemia Menjadi Masalah Kesehatan Utama Warga Kota Tangerang Berdasarkan Hasil CKG




