Perum Bulog Sediakan Fasilitas Modal untuk Pendirian RPK Baru bagi UMKM di Yogyakarta

Yogyakarta kini menjadi lebih cerah bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan adanya dukungan dari Perum Bulog. Dalam upaya untuk mendorong perkembangan ekonomi lokal, perusahaan ini telah meluncurkan program penyediaan fasilitas modal untuk pendirian Rumah Pangan Kita (RPK) baru. Program ini ditujukan kepada 30 pelaku UMKM di Yogyakarta, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian setempat.
Inisiatif Perum Bulog dalam Mendukung UMKM
Inisiatif ini merupakan bagian dari program Bulog Peduli, yang mencakup Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dalam peluncuran program ini, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Andi Afdal, mengungkapkan bahwa penyerahan modal kerja kepada pengelola UMKM dan RPK baru adalah langkah konkret untuk mendukung pengembangan usaha di bidang pangan.
Andi menjelaskan bahwa bantuan ini ditujukan kepada pelaku UMKM yang tergabung dalam kemitraan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pangan. Mereka akan diberdayakan untuk menjual berbagai komoditas yang tersedia di Bulog, sehingga dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan yang berkualitas.
Dukungan Khusus untuk Penyandang Disabilitas
Salah satu aspek menarik dari program ini adalah fokusnya pada penyandang disabilitas. Dari 30 RPK yang baru dibentuk, mayoritas penerima bantuan adalah mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Setiap penerima akan mendapatkan fasilitas modal sebesar Rp5 juta untuk memulai usaha mereka.
Bantuan ini tidak hanya sekadar memberikan dana, tetapi juga merupakan langkah untuk memberdayakan kelompok yang sering kali terpinggirkan dalam dunia bisnis. Dengan dukungan ini, diharapkan penyandang disabilitas dapat berkontribusi secara aktif dalam perekonomian lokal.
Kolaborasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta
Untuk memastikan program ini berjalan dengan baik, Perum Bulog menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan arahan dan dukungan dalam penguatan sektor UMKM.
Andi Afdal menegaskan bahwa harapan dari kolaborasi ini adalah untuk menciptakan dampak sosial yang signifikan. “Kami berharap program ini tidak hanya bermanfaat bagi para penerima, tetapi juga dapat memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya.
Meningkatkan Ketahanan Pangan di Yogyakarta
Dengan adanya RPK yang menjual komoditas bahan pokok, Perum Bulog berharap dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian Yogyakarta. Program ini diharapkan dapat berfungsi sebagai penyangga ketahanan pangan, terutama di daerah yang memiliki tingkat konsumsi pangan yang tinggi seperti Yogyakarta, yang juga menjadi tujuan wisatawan.
Andi menambahkan bahwa Yogyakarta dikenal sebagai salah satu daerah dengan konsumsi pangan yang luar biasa, berkat banyaknya wisatawan yang datang dari berbagai penjuru Indonesia. Oleh karena itu, keberadaan RPK diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat setempat sambil mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Monitoring dan Dukungan Berkelanjutan untuk Pelaku UMKM
Perum Bulog tidak hanya berhenti pada pemberian modal, tetapi juga melakukan monitoring untuk memastikan keberlanjutan program RPK. Selain itu, pelaku UMKM yang terlibat juga diberikan pengetahuan dan pengalaman yang diperlukan untuk menjalankan usaha mereka dengan lebih efektif.
“Kami berkomitmen untuk tidak meninggalkan mereka setelah memberikan modal. Tim Bulog bersama Pemkot Yogyakarta akan memberikan akses informasi dan dukungan lainnya agar pelaku UMKM dapat bertahan dan berkembang,” ungkap Andi.
Menjadi Pilot Project untuk Daerah Lain
Perum Bulog berharap bahwa RPK yang dikelola oleh UMKM penyandang disabilitas di Yogyakarta bisa menjadi contoh yang sukses. Harapannya adalah program ini dapat diadopsi dan direplikasi di daerah lain di seluruh Indonesia, sehingga lebih banyak penyandang disabilitas yang dapat berdaya dan berkontribusi pada perekonomian masyarakat.
- Memberikan modal sebesar Rp5 juta kepada setiap penerima bantuan.
- Fokus pada pelaku UMKM yang merupakan penyandang disabilitas.
- Kerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk penguatan UMKM.
- Menjamin ketersediaan komoditas pangan berkualitas.
- Melakukan monitoring dan dukungan berkelanjutan bagi pelaku UMKM.
Dengan langkah-langkah ini, Perum Bulog menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya mendukung UMKM, tetapi juga untuk menciptakan inklusi sosial yang lebih baik. Melalui program ini, diharapkan lebih banyak individu yang memiliki potensi dapat diberdayakan, sehingga mampu berkontribusi dalam membangun perekonomian daerah dan negara.
➡️ Baca Juga: Menghasilkan Pendapatan Melalui Daur Ulang Limbah Secara Efektif dan Berkelanjutan
➡️ Baca Juga: 5 Desain Teras Rumah Tanpa Pagar untuk Menciptakan Hunian yang Lebih Terbuka




