Kinerja QRIS Antarnegara: Dominasi Transaksi Inbound Teridentifikasi oleh BI

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah menjadi sorotan dalam dunia transaksi digital, khususnya melalui penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa kinerja QRIS antarnegara menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Dengan peluncuran QRIS untuk transaksi internasional yang direncanakan pada akhir April 2026, diharapkan kinerja ini akan terus meningkat, memberikan manfaat bagi perekonomian dan sektor pariwisata.
Tren Positif Kinerja QRIS di Indonesia
Berdasarkan laporan terbaru dari BI, volume transaksi QRIS yang dilakukan oleh wisatawan asing di Indonesia (inbound) jauh lebih tinggi dibandingkan dengan transaksi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia di luar negeri (outbound). Hal ini menandakan bahwa sistem pembayaran ini semakin diterima dan digunakan oleh pengunjung mancanegara.
Menurut Ramdan Denny Prakoso, Kepala Departemen Komunikasi BI, pada triwulan pertama tahun 2026, total volume transaksi QRIS inbound mencapai 2,79 juta. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, yakni sebesar 222 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai nominal dari transaksi tersebut mencapai Rp713,59 miliar, yang merupakan indikasi kuat dari kepercayaan dan minat wisatawan asing terhadap QRIS sebagai metode pembayaran.
Peningkatan Transaksi QRIS Outbound
Sementara itu, transaksi QRIS outbound juga mengalami pertumbuhan yang positif. Pada periode yang sama, tercatat 737.647 transaksi dengan total nilai mencapai Rp249,26 miliar. Pertumbuhan ini mencerminkan adanya peningkatan aktivitas masyarakat Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri dan menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran.
Kebutuhan akan QRIS dalam Transaksi Lintas Negara
Perkembangan ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan yang semakin meningkat akan sistem QRIS dalam melakukan transaksi antarnegara. Ramdan Denny menyatakan bahwa semakin banyak orang yang memanfaatkan QRIS untuk mempermudah transaksi lintas batas.
Proyeksi positif ini diharapkan akan terus meningkat seiring dengan implementasi QRIS antarnegara dengan Tiongkok. Dalam tahap uji coba, volume transaksi QRIS dengan Tiongkok telah mencatatkan angka yang menggembirakan, yaitu 1,64 juta transaksi, dengan nilai nominal sebesar Rp556 miliar. Hal ini menunjukkan antusiasme yang besar dari para pelaku transaksi menggunakan QRIS.
Negara-Negara yang Sudah Menggunakan QRIS
Saat ini, QRIS telah diperluas penggunaannya ke enam negara, yaitu:
- Malaysia
- Singapura
- Thailand
- Jepang
- Korea Selatan
- Tiongkok
Pertumbuhan QRIS Secara Keseluruhan
Pertumbuhan penggunaan QRIS secara menyeluruh juga menunjukkan angka yang sangat menggembirakan, dengan peningkatan mencapai 116,43 persen. Sejak diluncurkan pada tahun 2020, akseptasi QRIS telah menjangkau sekitar 44 juta merchant, mayoritas di antaranya merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Adapun jumlah pengguna QRIS saat ini telah mencapai 61,7 juta, dengan total transaksi yang dicatat sebanyak 31 miliar. Nilai keseluruhan dari transaksi yang dilakukan melalui QRIS mencapai Rp2.970 triliun. Angka-angka ini mencerminkan pertumbuhan yang pesat dan pengaruh signifikan dari QRIS dalam ekosistem pembayaran digital di Indonesia.
Manfaat QRIS bagi Pelaku Usaha dan Konsumen
Kinerja QRIS yang positif tidak hanya memberikan keuntungan bagi Bank Indonesia, tetapi juga bagi pelaku usaha dan konsumen. Dengan kemudahan dalam melakukan transaksi, pelaku usaha dapat meningkatkan omzet mereka, sementara konsumen mendapatkan pengalaman berbelanja yang lebih nyaman dan efisien.
QRIS memungkinkan transaksi dilakukan dengan cepat dan aman, serta mengurangi kebutuhan akan uang tunai. Hal ini sangat penting dalam era digital saat ini, di mana kecepatan dan keamanan menjadi prioritas utama dalam setiap transaksi.
Peningkatan Kepercayaan Konsumen
Selain itu, adopsi QRIS juga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap sistem pembayaran digital. Dengan adanya jaminan keamanan dari Bank Indonesia, konsumen merasa lebih aman saat melakukan transaksi, baik di dalam negeri maupun saat bepergian ke luar negeri.
Tantangan dalam Implementasi QRIS
Meskipun pertumbuhan QRIS menunjukkan tren yang positif, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Beberapa di antaranya termasuk:
- Pendidikan dan sosialisasi kepada pengguna baru
- Infrastruktur yang mendukung transaksi digital
- Keberadaan merchant yang menerima QRIS
- Keamanan data pengguna
- Regulasi yang mendukung inovasi dalam pembayaran digital
Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha. Dengan sinergi yang baik, QRIS dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Kesimpulan
Kinerja QRIS di Indonesia menunjukkan perkembangan yang sangat positif dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat. Dengan implementasi QRIS antarnegara dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan QRIS dapat menjadi solusi pembayaran yang semakin efisien dan menguntungkan bagi semua pihak. Inovasi dan adaptasi yang cepat akan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di masa depan.
➡️ Baca Juga: Permintaan Sewa Baju Adat Meningkat Menjelang Hari Kartini di Indonesia
➡️ Baca Juga: Filipina Tetap Percaya Diri Meski Kekuatan AS Berkurang di Indo-Pasifik




