Kopasgat Angkatan Udara Perlihatkan Senapan Serbu Canggih Vulcan-M di HUT TNI ke-81

Jakarta – Peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Senin, 5 Oktober 2026, menampilkan penampilan yang mencolok dari personel Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat). Dalam acara tersebut, perhatian publik tertuju pada senapan serbu canggih yang mereka bawa, yaitu Vulcan-M.
Senapan Serbu Vulcan-M: Inovasi dari Ukraina
Vulcan-M, yang juga dikenal dengan nama Malyuk, merupakan senapan serbu yang dirancang dengan konfigurasi bullpup. Senjata ini dikembangkan di Ukraina untuk memenuhi kebutuhan militer modern. Konfigurasi bullpup memungkinkan mekanisme dan magasin senjata berada di belakang pelatuk, sehingga menghasilkan desain yang lebih kompak dibandingkan senapan konvensional dengan panjang laras sebanding.
Kemunculan senapan ini dalam formasi Korpasgat menjadi sorotan karena tampilannya yang unik. Berbeda dengan senapan serbu tradisional, Vulcan-M menyuguhkan bentuk yang lebih ramping dan ergonomis, memungkinkan pengguna untuk bergerak lebih leluasa di lapangan.
Spesifikasi dan Kemampuan Vulcan-M
Malyuk atau Vulcan-M merupakan pengembangan dari desain keluarga senapan AK, yang telah dikenal luas di dunia. Senjata ini tersedia dalam beberapa varian kaliber, termasuk:
- 7,62 x 39 mm
- 5,45 x 39 mm
- 5,56 x 45 mm
Dengan panjang total sekitar 710 hingga 720 milimeter dan panjang laras sekitar 415 milimeter, Vulcan-M menawarkan keseimbangan yang baik antara ukuran dan performa. Desainnya dilengkapi dengan rel picatinny untuk pemasangan berbagai perangkat bidik dan aksesoris lainnya, menjadikannya pilihan yang fleksibel untuk berbagai kebutuhan misi.
Peran Vulcan-M dalam Formasi Korpasgat
Meskipun kemunculan Vulcan-M dalam perayaan HUT TNI menarik perhatian, penting untuk dicatat bahwa belum ada pengumuman resmi dari TNI mengenai status senapan ini, apakah sebagai senjata standar atau hasil dari pengadaan baru. Oleh karena itu, penampilan senjata ini lebih tepat dianggap sebagai demonstrasi penggunaan oleh personel Korpasgat, tanpa menyimpulkan bahwa senapan ini akan menjadi perlengkapan standar di seluruh satuan.
Skala Perayaan HUT TNI ke-81
Peringatan HUT ke-81 TNI dilaksanakan dengan skala yang cukup besar, meskipun terpusat di Cilangkap. Sebanyak 3.378 personel dari berbagai unsur TNI dan non-TNI berpartisipasi, bersama dengan 38 unit alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dipamerkan.
Presiden Prabowo Subianto hadir sebagai inspektur upacara, menggunakan kendaraan taktis Maung MV3 varian Inspektur Upacara yang diproduksi oleh PT Pindad. Kendaraan ini menjadi salah satu sorotan, mencerminkan komitmen Indonesia terhadap produksi alutsista dalam negeri.
Inovasi dalam Pakaian Dinas TNI
Selain perangkat tempur, HUT TNI tahun ini juga menampilkan pembaruan dalam perlengkapan personel. TNI memperkenalkan desain baru untuk pakaian dinas upacara (PDU) bagi ketiga matra, yang menunjukkan upaya modernisasi dan pemanfaatan elemen budaya lokal.
Desain Baru Pakaian Dinas Upacara
PDU yang baru memiliki kerah tegak yang menutup bagian leher, berbeda dengan model sebelumnya yang menggunakan kerah lipat. Ornamen berwarna emas di bagian kerah dengan latar merah, serta lis emas di bagian ujung lengan, memberikan kesan elegan. Warna dasar masing-masing matra tetap dipertahankan:
- Hijau tua untuk TNI AD
- Putih untuk TNI AL
- Biru gelap untuk TNI AU
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan bahwa rancangan baru ini mengintegrasikan unsur beskap, sebagai usaha memasukkan kearifan lokal dan karakteristik budaya Indonesia ke dalam pakaian dinas TNI.
Perubahan Organisasi TNI pada HUT ke-81
Peringatan HUT ke-81 juga diwarnai dengan peresmian dan pengukuhan beberapa satuan baru di lingkungan TNI. Dalam struktur TNI AD, terdapat enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru, serta 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan dan 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan.
Sementara itu, TNI AL menerima tambahan satu Brigade Infanteri Marinir dan empat batalyon Marinir. TNI AU juga memperkuat struktur Korpasgat dengan pembentukan Divisi II Korpasgat, satu brigade, dan tiga batalyon Korpasgat, serta satu skadron pendidikan, dua skadron udara, dan dua satuan radar. Pembaruan ini menunjukkan komitmen TNI untuk terus meningkatkan kemampuan dan kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Dengan hadirnya senapan serbu Vulcan-M dan pembaruan organisasi serta perlengkapan TNI, harapan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam menjaga kedaulatan negara semakin terbuka lebar. Penampilan yang modern dan adaptif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menghadapi dinamika ancaman yang terus berkembang.
Semoga dengan inovasi ini, TNI dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan pertahanan negara, serta mewujudkan cita-cita bangsa yang berdaulat dan sejahtera.
➡️ Baca Juga: Real Madrid Kalahkan Rayo Vallecano 4-1, Gawang Emil Audero Tertekan di Laga Ini
➡️ Baca Juga: 7 Metode Alami Efektif Atasi Nyeri Haid Tanpa Menggunakan Obat Kimia




