happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

slot depo 10k slot depo 10k
BeritaCuranmorpolisitasikmalayaTersangka

Polres Tasikmalaya Amankan 3 Tersangka dalam Kasus Curanmor yang Terungkap

Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kerap menjadi masalah serius di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Tasikmalaya. Dalam upaya menanggulangi kejahatan ini, Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya melakukan operasi bernama Libas Lodaya 2026. Hasil dari operasi ini, polisi berhasil mengungkap serangkaian kasus curanmor dan meringkus tiga tersangka, di antaranya dua orang dewasa dan satu remaja. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.

Pengungkapan Kasus Curanmor oleh Polres Tasikmalaya

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Ade Papa Rihi, menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil dari penyelidikan intensif yang dilakukan oleh tim Satreskrim. Penyelidikan ini dimulai setelah pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat mengenai hilangnya kendaraan bermotor di sejumlah lokasi. Laporan tersebut menjadi titik awal bagi aparat untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu, 26 Agustus 2026, di Mapolres Tasikmalaya, Ade didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Heru Samsul Bahri. Dalam kesempatan tersebut, Ade menyampaikan bahwa tugas kepolisian adalah menanggapi setiap laporan dari masyarakat dengan serius.

Proses Penyelidikan dan Identifikasi Pelaku

“Tindakan ini berawal dari laporan yang kami terima dari masyarakat. Setelah itu, tim melakukan pengecekan di lokasi kejadian, melakukan penyelidikan lebih mendalam, serta mengumpulkan berbagai bukti dan petunjuk yang ada. Dengan cara ini, kami berhasil mengidentifikasi para pelaku,” ungkap Ade.

Dua tersangka dewasa yang berhasil diamankan adalah DR (34) dan AR (41). DR diduga sebagai pelaku utama dalam pencurian, sedangkan AR diduga berperan sebagai penadah. Selain itu, seorang remaja berusia 17 tahun juga turut diamankan dalam kasus ini.

Rincian Kasus Pencurian Sepeda Motor

Kasus curanmor yang diungkap oleh Polres Tasikmalaya terkait dengan tiga laporan polisi yang berbeda yang berasal dari lokasi-lokasi yang bervariasi. Kasus pertama terjadi pada Kamis, 9 Juli 2026, sekitar pukul 12.30 WIB di Kampung Karangsari, Desa Karangnunggal, Kecamatan Karangnunggal. Sementara itu, kasus kedua terjadi pada Rabu, 5 Agustus 2026, sekitar pukul 20.30 WIB di Kampung Cilendi, Desa Kersagalih, Kecamatan Jatiwaras.

Kasus ketiga terjadi pada Minggu, 12 Juli 2026, sekitar pukul 16.10 WIB di Kampung Sukahaji, Desa Singasari, Kecamatan Singaparna. Ketiga laporan ini menunjukkan pola pencurian yang terorganisir dan berulang di daerah tersebut.

Modus Operandi Pelaku

Dalam salah satu aksinya, DR diduga mencuri sepeda motor Honda PCX berwarna putih milik Fitri Intan Faujiah, seorang warga Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Pelaku memanfaatkan momen ketika korban sedang lengah untuk mengambil kendaraan tersebut. Kejadian ini menggambarkan betapa pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi pencurian.

“Modus yang digunakan oleh tersangka adalah dengan memanfaatkan kunci palsu untuk merusak kunci kontak kendaraan. Setelah berhasil menguasai sepeda motor, kendaraan tersebut dijual kepada tersangka AR yang berfungsi sebagai penadah,” jelas Ade.

Kerugian yang Diderita Korban

Setelah berhasil menjual sepeda motor tersebut, diduga bahwa kendaraan itu diperdagangkan di wilayah Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Akibat dari pencurian ini, korban mengalami kerugian yang cukup signifikan, mencapai sekitar Rp11 juta. Kerugian ini tentu saja tidak hanya bersifat materiil, tetapi juga memberikan dampak psikologis bagi korban.

Emosi di Balik Pengembalian Kendaraan

Dalam momen yang mengharukan selama konferensi pers tersebut, Fitri Intan Faujiah hadir secara langsung untuk menerima kembali sepeda motor Honda PCX miliknya yang berhasil ditemukan oleh pihak kepolisian. Momen ini menunjukkan bahwa upaya kepolisian tidak hanya sekadar menangkap pelaku, tetapi juga bertujuan untuk mengembalikan hak milik korban.

Kehadiran Fitri dalam konferensi pers tersebut menjadi simbol harapan bagi masyarakat bahwa keadilan masih bisa ditegakkan. Hal ini juga menjadi motivasi bagi Polres Tasikmalaya untuk terus berjuang dalam memberantas kejahatan, terutama curanmor yang meresahkan masyarakat.

Peran Masyarakat dalam Mencegah Curanmor

Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam pencegahan kejahatan, termasuk curanmor. Beberapa langkah yang dapat diambil oleh masyarakat untuk mengurangi risiko pencurian kendaraan bermotor antara lain:

  • Selalu parkir kendaraan di tempat yang aman dan terang.
  • Gunakan alat pengaman tambahan seperti kunci ganda atau alarm.
  • Waspada terhadap orang asing di sekitar area parkir.
  • Segera laporkan kepada pihak berwajib jika melihat aktivitas mencurigakan.
  • Ikuti informasi terkini mengenai modus operandi pencurian di daerah setempat.

Kolaborasi antara Kepolisian dan Masyarakat

Polres Tasikmalaya sangat mengharapkan adanya kolaborasi yang baik antara kepolisian dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dari pencurian. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan kasus curanmor dapat diminimalisir melalui tindakan preventif dan penanggulangan yang lebih efektif.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih aktif dalam mengikuti kegiatan sosialisasi yang diadakan oleh kepolisian mengenai cara-cara pencegahan kejahatan. Pengetahuan yang lebih baik tentang modus operandi pelaku kejahatan akan membuat masyarakat lebih waspada dan hati-hati.

Kesimpulan

Pengungkapan kasus curanmor oleh Polres Tasikmalaya merupakan langkah positif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Dengan mengamankan tiga tersangka dan mengembalikan sepeda motor kepada korban, kepolisian menunjukkan komitmennya untuk melindungi masyarakat. Diharapkan, melalui kerjasama antara kepolisian dan masyarakat, kasus curanmor dapat ditekan sehingga masyarakat merasa lebih aman dan nyaman dalam beraktivitas.

➡️ Baca Juga: Peran Agen Pemain dalam Membangun Karir Bintang Sepak Bola yang Sukses

➡️ Baca Juga: Teras Balongan: Destinasi Kuliner Pantura yang Menarik bagi Pemudik dan Diaspora Indramayu

Related Articles

Back to top button