JARING MINA SPPG Diluncurkan untuk Memastikan Pasokan Ikan Lokal ke MBG oleh Dispernakan

Di tengah kebutuhan akan protein yang terus meningkat, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah mengambil langkah strategis untuk memastikan ketersediaan ikan lokal melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam rangka memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, pemerintah daerah meluncurkan skema rantai pasok ikan yang dinamakan JARING MINA SPPG.
Inisiatif JARING MINA SPPG
JARING MINA SPPG merupakan sebuah inovasi yang mengintegrasikan berbagai elemen penting dalam rantai pasok ikan lokal. Skema ini melibatkan UPTD Pembenihan Ikan, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), para pembudidaya ikan, Unit Pengolahan Ikan (UPI), serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan sistem yang lebih efisien dan efektif dalam mendistribusikan ikan lokal ke masyarakat.
Model Tata Kelola Terintegrasi
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan KBB, Wiwin Aprianti, menegaskan bahwa JARING MINA SPPG dirancang sebagai model tata kelola yang menghubungkan berbagai aktor, proses, kebijakan, dan data dalam satu ekosistem. “Rantai pasok ini diawali dari UPTD Pembenihan Ikan, dilanjutkan dengan KDMP dan budidaya, UPI, hingga ke SPPG yang menjadi penerima manfaat,” jelas Wiwin.
Dengan pendekatan ini, diharapkan produksi ikan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam konteks program MBG yang berfokus pada pemenuhan gizi.
Produksi Ikan Berbasis Permintaan
Wiwin menambahkan bahwa skema JARING MINA SPPG berfokus pada produksi ikan yang bersifat demand-driven. Artinya, produksi akan disesuaikan dengan kebutuhan SPPG, sehingga tidak ada lagi surplus atau kekurangan yang signifikan. Hal ini memungkinkan produksi ikan yang lebih efisien dan relevan dengan kebutuhan pasar.
Peran UPTD dan KDMP
Dalam skema ini, UPTD Pembenihan Ikan memiliki peran vital dalam menyediakan benih ikan berkualitas. Sementara itu, KDMP bersama dengan para pembudidaya akan melaksanakan proses budidaya ikan sekaligus berfungsi untuk memperkuat agregasi ekonomi di tingkat desa. Dengan pendekatan kolaboratif ini, diharapkan kesejahteraan petani ikan dapat meningkat.
Pengolahan dan Distribusi Ikan
Setelah proses budidaya, hasil ikan akan diproses oleh UPI untuk memberikan nilai tambah sebelum akhirnya didistribusikan kepada SPPG. Proses pengolahan ini sangat penting untuk memastikan ikan yang sampai ke masyarakat memiliki kualitas dan nilai gizi yang baik.
Memastikan Ketersediaan dan Kualitas
Wiwin menjelaskan bahwa sistem yang diterapkan dalam JARING MINA SPPG juga dilengkapi dengan kepastian offtake, SOP, dan dashboard monitoring. Dashboard ini berfungsi untuk memantau berbagai aspek penting, mulai dari produksi, stok, mutu, hingga distribusi ikan. Dengan adanya sistem monitoring yang terintegrasi, rantai pasok ikan lokal diharapkan dapat berjalan lebih terukur dan efisien.
Manfaat JARING MINA SPPG
Selain memperkuat pasokan ikan untuk program SPPG, Wiwin menekankan bahwa inisiatif ini juga bertujuan untuk memberikan kepastian pasar bagi para pembudidaya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas KDMP serta mendorong aktivitas ekonomi di tingkat desa. Dengan demikian, JARING MINA SPPG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal.
Penyerahan Bantuan Benih Ikan
Peluncuran JARING MINA SPPG juga ditandai dengan penyerahan simbolis bantuan benih ikan kepada 24 desa yang menerima bantuan Kolam Mini RAS dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Bantuan ini merupakan langkah awal yang penting untuk membangun jaringan rantai pasok ikan yang terhubung dari hulu hingga hilir.
Membangun Rantai Pasok yang Terukur
Wiwin berharap bahwa dengan adanya alur yang jelas dari penyediaan benih di UPTD, proses budidaya di KDMP atau Mini RAS, hingga produk olahan di UPI yang kemudian disajikan sebagai menu SPPG, semua ini bisa terwujud dalam satu rantai pasok yang nyata dan dapat diukur. Dengan demikian, masyarakat akan merasakan langsung manfaat dari program ini, baik dalam hal gizi maupun peningkatan ekonomi lokal.
Inisiatif JARING MINA SPPG adalah langkah progresif yang menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat serta memperkuat ekonomi lokal. Melalui kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak, diharapkan rantai pasok ikan lokal dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
➡️ Baca Juga: Manajemen Persija dan Shin Tae-yong Diskusikan Komposisi Skuad Menjelang Super League
➡️ Baca Juga: Garut Tingkatkan Pengadaan Alat Penerangan Jalan dengan Skema KPBU yang Efisien




