Harga Tandan Buah Segar Kelapa Sawit di Nunjem yang Perlu Anda Ketahui

Harga tandan buah segar kelapa sawit (TBS) menjadi perhatian utama bagi para petani dan pelaku industri pengolahan sawit, terutama di tengah isu kebakaran hutan yang mempengaruhi banyak sektor. Baru-baru ini, Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur mengumumkan bahwa harga tertinggi TBS untuk periode 1-15 Oktober 2026 mengalami penurunan signifikan. Harga tersebut ditetapkan sebesar Rp3.542,60 per kilogram, yang merupakan penurunan sebesar Rp74,95 atau sekitar 2,07 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Penurunan harga ini tentunya menimbulkan dampak yang cukup besar, baik bagi petani maupun pabrik pengolahan.
Penyebab Penurunan Harga TBS
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Arief Murdiyatno, penurunan harga TBS ini disebabkan oleh turunnya harga jual minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit (kernel) di hampir semua perusahaan yang dijadikan acuan. Hal ini menunjukkan adanya keterkaitan erat antara harga TBS dan harga jual produk olahan sawit, yang dipengaruhi oleh kondisi pasar global dan lokal.
Dalam rapat Tim Penetapan Harga TBS yang berlangsung pada 15 Oktober 2026, keputusan ini disahkan melalui Berita Acara Nomor 500.10.6.3/746/Disbun/2026. Pada pertemuan tersebut, nilai Indeks K ditetapkan pada angka 89,22 persen, memberikan gambaran lebih jelas tentang kondisi harga dan kualitas TBS yang berlaku saat ini.
Dampak Penurunan Harga terhadap Petani
Arief menegaskan bahwa penurunan harga TBS langsung berpengaruh pada pendapatan petani sawit di Kalimantan Timur. Dengan harga yang semakin rendah, banyak petani yang khawatir akan kesejahteraan mereka dan potensi risiko kerugian yang mungkin muncul. Oleh karena itu, penting bagi para petani untuk memahami dinamika harga yang ada di pasar.
Harga Rata-Rata TBS Berdasarkan Umur Tanaman
Pada periode ini, harga rata-rata tertimbang CPO ditetapkan sebesar Rp15.218,80 per kilogram, sedangkan harga kernel berada di angka Rp12.935,46 per kilogram. Arief juga menjelaskan bahwa harga TBS ditentukan berdasarkan umur tanaman sawit, dengan rincian sebagai berikut:
- Pohon umur 3 tahun: Rp3.110,61 per kilogram
- Pohon umur 4 tahun: Rp3.209,80 per kilogram
- Pohon umur 5 tahun: Rp3.298,74 per kilogram
- Pohon umur 6 tahun: Rp3.370,97 per kilogram
- Pohon umur 7-20 tahun: Rp3.419,58 hingga Rp3.542,60 per kilogram
Untuk tanaman berusia 21-25 tahun, harga TBS berkisar antara Rp3.274,70 hingga Rp3.490,80 per kilogram. Penurunan harga dari periode sebelumnya yang mencapai Rp3.617,55 tentu menjadi perhatian bagi para petani yang mengandalkan pendapatan dari perkebunan sawit.
Standarisasi Harga bagi Petani
Arief menekankan pentingnya daftar harga ini sebagai acuan bagi petani kelapa sawit yang menjalin kemitraan dengan pabrik-pabrik di Kalimantan Timur. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024, yang diharapkan dapat melindungi petani dari praktik tengkulak yang merugikan. Dengan adanya standarisasi harga, diharapkan petani dapat memperoleh harga yang lebih adil dan tidak tertekan oleh pihak-pihak tertentu.
Pentingnya Kemitraan yang Kuat
“Dengan kemitraan yang baik, harga TBS di tingkat petani dapat lebih terjaga dan tidak lagi dipermainkan oleh tengkulak,” ujar Arief. Kemitraan yang solid antara petani dan pabrik diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan, sehingga kesejahteraan petani dapat terjaga.
Dalam sistem penetapan harga komoditas sawit, pemerintah daerah rutin mengadakan rapat untuk menentukan harga berdasarkan data transaksi yang terjadi. Rapat ini biasanya dilaksanakan di akhir atau setelah periode penetapan harga untuk menghitung rata-rata tertimbang dari penjualan CPO dan kernel. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan kepatuhan pembayaran perusahaan kepada petani plasma.
Memahami Dinamika Pasar Kelapa Sawit
Penting bagi petani dan pelaku industri untuk memahami berbagai faktor yang memengaruhi harga tandan buah segar kelapa sawit. Beberapa faktor tersebut meliputi:
- Perubahan harga CPO dan kernel di pasar internasional
- Kondisi cuaca yang memengaruhi produksi
- Kebijakan pemerintah terkait ekspor dan impor
- Permintaan pasar domestik dan global
- Persaingan dengan negara-negara produsen lainnya
Dengan memahami berbagai aspek ini, para petani akan lebih siap menghadapi fluktuasi harga dan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam pengelolaan usaha perkebunan mereka.
Kesimpulan
Harga tandan buah segar kelapa sawit di Nunjem, khususnya di Kalimantan Timur, saat ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para petani yang bergantung pada hasil panen mereka. Dengan adanya informasi yang jelas dan akurat mengenai harga TBS serta dukungan dari pemerintah dan pabrik, diharapkan para petani dapat lebih mudah dalam menavigasi kondisi pasar yang dinamis ini.
Dengan menjaga kemitraan yang kuat dan memahami faktor-faktor yang memengaruhi harga, petani kelapa sawit di Kalimantan Timur diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka dan berkontribusi pada perekonomian daerah secara keseluruhan.
➡️ Baca Juga: Dana BNPB Siap Dikerahkan untuk Penanganan Bencana di NTT
➡️ Baca Juga: Program Prabowo: Target 2.200 Rumah Sehat untuk Papua Pegunungan Dimulai 2026



