www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

slot depo 10k slot depo 10k
Nasional

Erupsi Gunung Anak Krakatau Dampak 1.039 Penerbangan di Soetta Terhambat

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Minggu lalu telah menyebabkan dampak signifikan terhadap operasi penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), sebagai pengelola bandara, melaporkan bahwa sebanyak 1.039 penerbangan mengalami gangguan akibat sebaran abu vulkanik yang dihasilkan oleh letusan tersebut. Situasi ini menjadi perhatian utama bagi semua pihak terkait, termasuk penumpang dan maskapai penerbangan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Dampak Erupsi terhadap Penerbangan

Menurut informasi yang disampaikan oleh Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, jumlah penerbangan yang terpengaruh adalah hasil akumulasi dari berbagai faktor, termasuk pembatalan, keterlambatan, dan pengalihan pendaratan ke bandara alternatif. Data yang diperoleh hingga pukul 21.30 WIB menunjukkan bahwa gangguan ini mencakup berbagai jenis penerbangan, baik domestik maupun internasional.

“Total penerbangan yang terdampak adalah sebanyak 1.039, yang terdiri dari kombinasi pembatalan, keterlambatan, dan pengalihan pendaratan di bandara lain,” jelas Yudistiawan.

Rincian Penerbangan yang Terpengaruh

Dari total penerbangan yang mengalami gangguan, rincian lebih lanjut menunjukkan bahwa 746 penerbangan merupakan penerbangan domestik, sedangkan 272 penerbangan adalah internasional. Selain itu, terdapat juga 21 penerbangan kargo yang terpengaruh, dengan total penumpang yang terdampak mencapai 166.351 orang. Angka ini mencerminkan besarnya dampak erupsi terhadap sektor transportasi udara dan mobilitas masyarakat.

Langkah-langkah Penanganan bagi Penumpang

Menanggapi situasi tersebut, Bandara Soekarno-Hatta telah mengaktifkan program Service Recovery Activation (SRA) untuk membantu penumpang yang terdampak. Dalam upaya ini, bandara menyediakan makanan dan minuman ringan bagi penumpang yang mengalami keterlambatan atau pembatalan penerbangan. Selain itu, bus juga disediakan untuk membantu mobilitas penumpang menuju hotel, bekerja sama dengan maskapai penerbangan yang bersangkutan.

“InJourney Airports telah menyiapkan layanan bus gratis menuju beberapa tujuan, seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya. Pada tahap awal, sebanyak 8 bus disediakan, dengan dua bus untuk setiap tujuan, dan keberangkatan pertama dilakukan pada hari itu juga,” lanjut Yudistiawan.

Informasi dan Pendaftaran Layanan Bus

Untuk memastikan penumpang mendapatkan informasi yang tepat mengenai layanan bus tersebut, staf bandara akan memberikan penjelasan langsung di terminal. Penumpang yang ingin menggunakan layanan ini dapat melakukan pendaftaran di posko yang telah disiapkan di setiap terminal, yaitu Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3.

Area Khusus untuk Penumpang Terdampak

Dalam rangka memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang, beberapa area khusus juga telah disediakan di terminal. Salah satunya adalah Employee Lounge yang difungsikan sebagai ruang istirahat bagi penumpang yang terkena dampak. Ini diharapkan dapat memberikan suasana yang lebih nyaman bagi mereka yang harus menunggu lebih lama dari yang direncanakan.

“Posko di Terminal 1B telah dibuka untuk meningkatkan koordinasi dan penanganan situasi operasional di lapangan. Maskapai penerbangan juga membuka layanan di setiap terminal untuk memberikan informasi dan bantuan kepada penumpang yang terdampak,” tambah Yudistiawan.

Pembaruan Status Ruang Udara

Sementara itu, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI), atau AirNav Indonesia, juga telah memperbarui informasi terkait status aeronautika. Penutupan sementara ruang udara di delapan bandara yang terkena dampak abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau diperpanjang. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan di wilayah tersebut.

EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, menjelaskan bahwa estimasi penutupan aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dan bandara lainnya diperpanjang hingga pukul 23.59 WIB. “Penutupan ini berlaku berdasarkan NOTAM A3355/26 yang diterbitkan untuk menginformasikan kepada semua pihak terkait,” ungkapnya.

Daftar Bandara yang Terpengaruh

Pembaruan status NOTAM mengenai penutupan ruang udara akibat abu vulkanik juga berlaku di beberapa bandara lain, termasuk:

  • Bandara Halim Perdanakusuma (WIHH)
  • Bandara Husein Sastranegara (WICC)
  • Bandara Pondok Cabe (WIHP)
  • Bandara Budiarto (WIRR)
  • Bandara Radin Inten II (WILL)
  • Bandara Pagar Alam (WIPY)
  • Bandara Taufik Kiemas (WILP)

Untuk Bandara Halim Perdanakusuma, penutupan juga diperbarui melalui NOTAM A3354/26, yang berlaku mulai pukul 17.58 WIB hingga estimasi pukul 23.59 WIB. Semua langkah ini diambil demi menjaga keselamatan dan kenyamanan penerbangan serta penumpang di seluruh bandara yang terdampak.

➡️ Baca Juga: Pentingnya Cahaya Sebagai Pondasi Utama untuk Menciptakan Hunian Nyaman

➡️ Baca Juga: Meta Mengurangi Ribuan Karyawan, Mark Zuckerberg Menjelaskan Alasan di Baliknya

Related Articles

Back to top button