BULOG Siapkan 93.782 Ton Beras untuk Antisipasi Bencana NTT Selama 10 Kali Masa Darurat

Situasi bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) memerlukan perhatian serius, terutama dalam hal ketersediaan pangan. Mengantisipasi kemungkinan bencana yang bisa terjadi, Perum BULOG telah mengambil langkah proaktif dengan menyiapkan stok beras yang signifikan. Dengan total 93.782 ton beras yang disiagakan, BULOG berkomitmen untuk memastikan bahwa masyarakat yang terdampak memiliki akses yang memadai terhadap kebutuhan dasar ini. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah yang diambil oleh BULOG, proyeksi kebutuhan beras untuk penanganan bencana, serta pentingnya persiapan ini bagi ketahanan pangan masyarakat NTT.
Stok Beras untuk Penanganan Bencana di NTT
Perum BULOG mempersiapkan stok beras sebanyak 93.782 ton sebagai bagian dari strategi penanganan bencana di NTT. Stok ini berasal dari ketersediaan beras yang ada di wilayah tersebut serta mobilisasi dari beberapa daerah lain. Menurut Direktur Utama BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, jumlah tersebut merupakan hasil dari perencanaan yang matang dan responsif terhadap situasi darurat yang mungkin terjadi.
Data Stok Beras di NTT
Per 22 Agustus 2026, BULOG mencatat bahwa stok beras di NTT mencapai 26.336 ton. Selain itu, untuk memastikan ketersediaan yang lebih baik, BULOG juga telah menyiapkan 67.446 ton beras dari daerah lain, termasuk:
- Kanwil DKI Jakarta-Banten
- Jawa Timur
- Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat
- Nusa Tenggara Barat (NTB)
Dengan demikian, jika seluruh rencana mobilisasi berjalan sesuai harapan, total ketersediaan beras untuk penanganan bencana di NTT dapat mencapai 93.782 ton, yang akan sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak.
Kesiapan untuk Menghadapi Bencana
Persiapan ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan saat bencana terjadi, tetapi juga sebagai langkah antisipasi untuk kemungkinan terjadinya bencana susulan. Ahmad Rizal menegaskan bahwa kesiagaan stok ini penting untuk memastikan masyarakat yang terdampak tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan pangan.
Estimasi Kebutuhan Beras
BULOG memperkirakan kebutuhan beras untuk penanganan bencana alam di NTT mencapai 1.890 ton. Angka ini didasarkan pada asumsi bahwa ada 150.576 korban jiwa yang memerlukan dukungan pangan selama 14 hari masa tanggap darurat. Untuk mengantisipasi jika terjadi perpanjangan masa tanggap darurat hingga sepuluh kali, tambahan kebutuhan beras diestimasi hingga 18.900 ton.
Bantuan Pangan untuk Penerima Manfaat
Tidak hanya berfokus pada penanganan bencana, BULOG juga memperhitungkan kebutuhan untuk membantu program Bantuan Pangan bagi 852.631 penerima manfaat. Dengan alokasi 10 kilogram per penerima setiap bulan selama tiga bulan, total kebutuhan beras untuk program ini mencapai sekitar 25.578 ton.
Perhitungan Total Kebutuhan Beras
Dengan memperhitungkan semua faktor, total kebutuhan beras untuk penanganan bencana dan program Bantuan Pangan diproyeksikan mencapai 46.368 ton. Dengan stok beras yang disiagakan sebesar 93.782 ton, BULOG memiliki kelebihan ketersediaan sekitar 47.414 ton setelah memperhitungkan semua kebutuhan tersebut. Ini menunjukkan kesiapan BULOG dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat NTT selama masa darurat.
Stok Nasional Beras BULOG
Di tingkat nasional, per 22 Agustus 2026, stok beras BULOG tercatat mencapai 5.170.098 ton. Stok yang besar ini menjadi bagian integral dari strategi BULOG dalam menjaga ketersediaan pangan dan memberikan fleksibilitas dalam mobilisasi beras ke daerah yang membutuhkannya, termasuk NTT.
Peran BULOG dalam Penanganan Bencana
Ahmad Rizal menegaskan bahwa BULOG siap menjalankan peran pentingnya dalam mendukung pemerintah dalam menghadapi bencana. Pihaknya berkomitmen untuk memastikan bahwa kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi, terutama dalam situasi darurat. “Kecepatan dan ketepatan distribusi menjadi sangat penting agar kebutuhan pangan masyarakat dapat segera dipenuhi,” imbuhnya.
Koordinasi dan Tindakan Lanjutan
BULOG juga menekankan pentingnya koordinasi yang baik dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan proses mobilisasi, penyimpanan, dan penyaluran beras berjalan dengan efektif. Kesiapan ini adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat NTT dalam menghadapi berbagai tantangan bencana.
Dengan langkah-langkah yang diambil BULOG, diharapkan masyarakat NTT dapat merasakan dampak positif dari persiapan yang dilakukan. Ketersediaan beras yang cukup akan memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama di tengah ancaman bencana yang dapat terjadi kapan saja. BULOG bertekad untuk terus berinovasi dan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi bencana demi kesejahteraan masyarakat.
➡️ Baca Juga: Rekomendasi Keyboard Mechanical Wireless Terbaik untuk Produktivitas Kerja dan Gaming
➡️ Baca Juga: Alwi Farhan Siap Bertarung Melawan Chou Tien Chen di Ajang Penggulung Terbaik Dunia




