ASDP Tingkatkan Keselamatan dan Layanan Operasional Jalur Ketapang–Gilimanuk untuk Kelancaran Transportasi

ASDP Indonesia Ferry (Persero) berkomitmen untuk terus memperbaiki dan meningkatkan aspek keselamatan serta layanan operasional di jalur Ketapang-Gilimanuk. Dengan adanya penumpukan kendaraan yang sempat terjadi, kini layanan di Pelabuhan Ketapang kembali berjalan dengan lancar. Peningkatan ini terjadi sejak Jumat sore, 2 Oktober.
Optimalisasi Layanan untuk Keselamatan yang Lebih Baik
Pemulihan situasi ini tidak lepas dari berbagai langkah strategis yang diambil, seperti pengoptimalan armada, penyesuaian pola operasional kapal, serta rekayasa lalu lintas. Koordinasi yang intensif dengan berbagai pihak, termasuk regulator, operator kapal, kepolisian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya, juga turut berperan penting dalam proses ini.
Pentingnya Standar Keselamatan
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menekankan bahwa kelancaran arus kendaraan harus senantiasa sejalan dengan penerapan standar keselamatan dalam setiap tahap pelayanan penyeberangan. “Kami tidak hanya fokus pada pengurangan antrean, tetapi juga memastikan bahwa setiap kendaraan dilayani dengan aman, sesuai dengan karakteristiknya, kapasitas kapal, dan kesiapan fasilitas pelabuhan,” ungkapnya dalam pernyataan tertulis pada Selasa, 6 Oktober.
Pengaturan Distribusi Kendaraan
Sebagai bagian dari peningkatan operasional, distribusi kendaraan diatur secara sistematis berdasarkan jenis, dimensi, dan bobotnya. Hal ini disesuaikan dengan karakteristik kapal dan fasilitas dermaga yang ada, sehingga proses pemuatan dapat berlangsung dengan tertib.
Fokus pada Kapasitas dan Jenis Kendaraan
Movable Bridge (MB) I, II, dan III diperuntukkan bagi kendaraan kecil dan truk menengah, sedangkan LCM dan MB IV dikhususkan untuk kendaraan logistik besar, termasuk yang memiliki bobot di atas 20 ton. Pengaturan ini dilakukan demi menjaga keselamatan serta stabilitas kapal selama proses pemuatan dan perjalanan.
Mendukung Kebijakan ODOL 2027
Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menerapkan kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) pada tahun 2027. ASDP berkomitmen untuk memperkuat pengawasan terhadap kendaraan barang sebagai bagian dari upaya kolektif dalam meningkatkan keselamatan transportasi. Hal ini bertujuan memastikan bahwa semua kendaraan yang beroperasi memenuhi ketentuan yang berlaku.
Peningkatan Kapasitas Angkut
Dalam rangka mendukung pemulihan layanan yang lebih cepat, ASDP juga menambah kapasitas angkut dengan menghadirkan KMP Portlink dan KMP Jatra I sebagai kapal tambahan untuk jalur Ketapang-Gilimanuk dan Tanjung Wangi-Lembar. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses pelayanan dan mengurangi antrean kendaraan.
Optimalisasi Dermaga untuk Efisiensi
Dermaga 2 Ketapang juga dioptimalkan untuk mendukung pengoperasian kapal tambahan, sehingga kapasitas layanan dapat dimanfaatkan dengan lebih efisien. Bersama Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan pemangku kepentingan lainnya, pola operasi kapal dan dermaga diperbarui secara dinamis sesuai dengan kondisi di lapangan.
Strategi Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB)
Ketika antrean meningkat, pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) dapat diterapkan untuk mempercepat pergerakan kapal dan meningkatkan produktivitas layanan. Dengan cara ini, ASDP mampu mengelola lalu lintas kapal dengan lebih baik, sehingga pelanggan dapat menikmati layanan yang lebih cepat dan efisien.
Peningkatan Disiplin On Time Performance (OTP)
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menekankan bahwa konsistensi operasional juga diperkuat dengan peningkatan disiplin pada On Time Performance (OTP). Kolaborasi dengan Gapasdap, INFA, ASDP, BPTD, dan KSOP dilakukan untuk memastikan bahwa kapal beroperasi sesuai dengan pola dan waktu yang telah ditetapkan.
Menjaga Produktivitas Kapal dan Dermaga
Dengan langkah-langkah tersebut, produktivitas kapal dan dermaga dapat terus terjaga. ASDP berkomitmen untuk memberikan layanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan nyaman bagi semua pengguna jasa. Melalui berbagai upaya ini, ASDP berusaha untuk menjaga keselamatan layanan operasional jalur Ketapang-Gilimanuk agar tetap optimal dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Dengan berbagai langkah strategis yang diambil oleh ASDP, diharapkan keselamatan layanan operasional jalur Ketapang–Gilimanuk dapat ditingkatkan secara signifikan. Komitmen untuk menjaga keselamatan dan efisiensi operasional akan terus menjadi prioritas utama, demi memberikan layanan terbaik bagi masyarakat dan mendukung kelancaran transportasi di Indonesia.
➡️ Baca Juga: Trans Banyumas Kembali Beroperasi, Mendorong Mobilitas Warga dengan Lebih Baik
➡️ Baca Juga: Panduan Praktis Memindahkan Data Dari Android Ke iPhone Tanpa Kehilangan File Penting




