Lestari Moerdijat: Upayakan Seni Ukir Jepara Menjadi Warisan Dunia untuk Generasi Muda

Jakarta – Dalam upaya melestarikan seni ukir Jepara, penting untuk menyadari bahwa seni ini lebih dari sekadar komoditas; ia adalah gambaran identitas budaya, warisan nilai, dan pengetahuan dari generasi sebelumnya yang harus dipertahankan. Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI, menekankan bahwa saat ini ada usaha untuk mendaftarkan seni ukir Jepara sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO. Proses ini memerlukan dokumentasi pengetahuan mengukir yang terstruktur, yang harus ditransfer dari para maestro kepada generasi muda.
Transformasi Pemikiran dalam Melestarikan Seni Ukir Jepara
Dalam membuka diskusi daring dengan tema “Menciptakan Maestro Seni Ukir Kelas Dunia,” Lestari menggarisbawahi pentingnya transformasi pola pikir masyarakat. Ia menyatakan bahwa Indonesia memiliki kekayaan seni yang melimpah, dengan banyak maestro yang karyanya diakui secara global. Namun, tantangan utama adalah bagaimana menjaga jejak sejarah budaya ukir agar dapat diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi penerus.
Rerie, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa modernisasi dalam pengembangan seni ukir Jepara sangat dibutuhkan, asalkan tetap menghormati makna yang terkandung di dalamnya. Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, seni ukir harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan esensinya.
Pentingnya Kolaborasi dalam Melahirkan Maestro
Menurut Suwarno Wisetrotomo, seorang Kurator Seni, untuk menghasilkan maestro, dibutuhkan dedikasi dan bakti yang mendalam kepada pilihan profesi. Ia menekankan bahwa membangun ekosistem seni yang sehat memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak. Tanpa dukungan yang solid, harapan untuk memiliki banyak maestro seni di Indonesia akan sulit tercapai.
- Kolaborasi antara instansi pemerintah dan pelaku seni.
- Pendidikan dan pelatihan yang berkesinambungan.
- Penghargaan terhadap karya seni lokal.
- Promosi seni ukir di tingkat nasional dan internasional.
- Pembangunan infrastruktur seni yang mendukung.
Peran Pemerintah dalam Pengembangan Seni dan Budaya
Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Restu Gunawan, mengungkapkan bahwa pemerintah terus berupaya mendorong pengakuan terhadap kekayaan seni dan budaya Indonesia di kancah internasional. Saat ini, langkah-langkah seperti nominasi tunggal atau bersama dan pengembangan lanjutan sedang dilakukan untuk mendaftarkan berbagai seni dan budaya Nusantara ke UNESCO.
Restu menambahkan, peran pemerintah dalam mencetak maestro tidak hanya terbatas pada pengembangan sumber daya manusia, namun juga mencakup edukasi masyarakat. Tanpa pemahaman yang baik tentang seni dan budaya, sulit bagi masyarakat untuk menghargai karya para maestro.
Membangun Ekosistem Terintegrasi untuk Kesenian
Pemerintah juga menerapkan sistem pendataan kebudayaan terpadu untuk mendukung pengembangan seni dan budaya. Ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang terintegrasi dan melibatkan maestro dari berbagai latar belakang seni dan budaya. Dengan pendekatan ini, diharapkan seni ukir Jepara dapat berkembang dengan baik dan mendapatkan pengakuan yang layak.
Menjawab Tantangan Ekonomi Melalui Seni Ukir
Kurator Seni Nano Warsono menyatakan bahwa peran maestro seni ukir sudah ada sejak zaman dahulu. Untuk mewujudkan ekosistem seni yang unggul saat ini, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan ekonomi yang realistis. Seni ukir tidak hanya harus dipandang dari sisi artistik, tetapi juga sebagai sektor ekonomi yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Pengamat Seni Ukir Arif Akhyat menambahkan bahwa diperlukan rencana besar dalam pengembangan seni budaya di Indonesia agar setiap upaya yang dilakukan dapat tepat sasaran. Menurutnya, untuk melahirkan maestro, negara harus berperan aktif dalam memupuk dan merawat potensi seni, bukan hanya mengharapkan hasil akhir.
Strategi untuk Menciptakan Maestro Ukir Masa Depan
Wartawan senior Saur Hutabarat berpendapat bahwa seorang maestro melewati tiga dimensi: teknis, seni, dan filosofis. Ia menekankan bahwa penciptaan maestro bukan hanya masalah kelahiran, tetapi juga proses yang dapat dibentuk. Untuk itu, Saur menyarankan penerapan konsep padepokan dalam seni tari sebagai model untuk menghasilkan maestro ukir di masa depan. Dalam padepokan, calon maestro dapat mendalami aspek teknis dan filosofis yang diajarkan oleh para ahli seni.
Menggapai Warisan Budaya untuk Generasi Mendatang
Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah, pelaku seni, dan masyarakat, diharapkan seni ukir Jepara dapat menjadi salah satu warisan budaya dunia yang diakui. Kesadaran kolektif tentang pentingnya melestarikan seni ini akan menjadi kunci untuk memastikan bahwa generasi mendatang dapat menikmati dan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Melalui kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak, pendidikan yang berkesinambungan, dan promosi yang tepat, seni ukir Jepara akan terus hidup dan berkembang. Dengan demikian, warisan budaya ini tidak hanya akan terjaga, tetapi juga akan memberikan kontribusi signifikan terhadap keberagaman seni dan budaya Indonesia di dunia.
➡️ Baca Juga: Harga Minyakita di Bandung Capai Rp21.000 per Liter, Pemkot Jelaskan Penyebabnya
➡️ Baca Juga: Spesifikasi Wuling Eksion Terbaru: Tersedia Versi EV dan PHEV yang Menarik!




