Perbaikan Alur Sungai Batang Baliang di Solok Capai 780 Meter Selesai oleh PU

Setelah terjadinya banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok sebulan yang lalu, upaya perbaikan alur Sungai Batang Baliang kini tengah menjadi perhatian utama. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berkomitmen untuk melakukan perbaikan secara cepat dan efektif demi mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.
Progres Perbaikan Alur Sungai Batang Baliang
Hingga tanggal 15 Oktober 2026, sekitar 780 meter dari total target 1.900 meter alur sungai telah berhasil diperbaiki. Ini menandakan bahwa proyek perbaikan ini sudah mendekati tahap setengah jalan. Upaya ini merupakan langkah krusial dalam menjaga keselamatan warga dan lingkungan di sekitar sungai.
Penyebab dan Dampak Banjir Bandang
Banjir bandang yang terjadi pada 21 September 2026, membawa dampak cukup besar terhadap aliran Sungai Batang Baliang di Sub-DAS Lembang, yang merupakan bagian dari Wilayah Sungai Indragiri-Akuaman. Bencana ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengancam kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai.
Fokus Utama: Memperbaiki Aliran dan Mencegah Banjir Susulan
Dalam penanganan ini, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menekankan bahwa pembersihan alur sungai menjadi salah satu kunci untuk mencegah terjadinya banjir susulan. Dengan memperlancar aliran air, diharapkan risiko bencana dapat diminimalisir.
Dody Hanggodo menyatakan, “Pekerjaan ini akan terus kita lanjutkan. Saat ini, tim dari Sumber Daya Air tengah melakukan pembersihan sungai dan muara untuk memastikan aliran air tetap lancar.” Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi masalah yang muncul akibat bencana alam.
Langkah-langkah yang Dilakukan di Lapangan
Di lapangan, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang telah mengerahkan sejumlah alat berat untuk membersihkan alur di bagian hulu dan mengangkut material yang menumpuk di permukiman warga. Pekerjaan ini sangat penting untuk mengembalikan fungsi normal dari aliran sungai.
Alat Berat yang Dikerahkan
Berikut adalah alat berat yang digunakan dalam proses perbaikan:
- 5 unit excavator
- 2 unit excavator breaker untuk memecah batu
- 5 unit dump truck untuk mengangkut material ke tempat pembuangan
Pekerjaan yang dilakukan mencakup pelebaran galian alur sungai, pemecahan batu besar, dan pemindahan material yang menghalangi aliran. Tim juga bertugas membuka akses bagi alat berat menuju hulu di segmen pertama sungai.
Pekerjaan Jangka Panjang dan Pemeliharaan
Tidak hanya fokus pada penanganan darurat, proyek ini juga dirancang untuk perbaikan jangka panjang. Di area pemasangan geobag, dilakukan pekerjaan perapian dan pemadatan tanah. Untuk ini, satu unit excavator dan dua pekerja harian diterjunkan untuk mengisi geobag, sementara satu excavator lainnya digunakan untuk meratakan area pembuangan material.
Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan alur sungai dapat berfungsi dengan baik dan melindungi masyarakat dari risiko bencana di masa mendatang. Terus berlanjutnya pengerjaan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan warga Kabupaten Solok.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat
Selain upaya pemerintah, kesadaran masyarakat juga memegang peranan penting dalam menjaga kelestarian sungai. Edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan di tepi sungai harus terus digalakkan. Masyarakat perlu diajak berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan demi mencegah terjadinya bencana di masa mendatang.
Dengan kombinasi antara tindakan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan alur Sungai Batang Baliang dapat terjaga dengan baik dan berfungsi dengan optimal untuk kepentingan bersama.
➡️ Baca Juga: Minyakita Tersedia di Jakarta-Banten, Klaim Bulog Resmi
➡️ Baca Juga: Game Nintendo Berikutnya Terinspirasi oleh Donkey Kong Bananza yang Menarik dan Seru




