
Di bulan Ramadan, terdapat momen spesial saat umat Islam menjalankan salat tarawih, di mana dianjurkan untuk membaca doa qunut pada salat witir. Amalan ini menjadi salah satu yang sangat dinanti, menjadi simbol kedekatan spiritual dan harapan akan keberkahan di bulan yang mulia.
Pengenalan tentang Doa Qunut
Kata “qunut” dalam bahasa Arab memiliki arti fundamental yaitu doa. Dalam praktik ibadah, qunut terbagi menjadi dua jenis utama, yang masing-masing memiliki waktu dan kondisi tertentu untuk dibaca.
Dua Jenis Qunut
- Qunut Nazilah: Ini adalah doa yang dibaca ketika umat Islam menghadapi situasi genting dan musibah, seperti wabah penyakit atau bencana alam.
- Qunut Subuh dan Qunut Witir: Ini adalah doa yang dibaca pada keadaan iktidal di rakaat kedua salat Subuh dan juga pada rakaat terakhir salat witir setelah melaksanakan tarawih di bulan Ramadan.
Kapan Membaca Qunut dalam Salat Tarawih?
Sering kali, jamaah bertanya-tanya tentang waktu yang tepat untuk mulai membaca qunut dalam salat witir. Jawaban atas pertanyaan ini bersumber dari riwayat sahabat Nabi yang dipercaya dan disepakati oleh banyak ulama.
Riwayat tentang Waktu Qunut
Sesuai dengan riwayat yang tercatat dalam kitab Abu Dawud, sahabat Ubay bin Ka’ab mengimami jamaah pada bulan Ramadan dan mulai membaca qunut di separuh akhir Ramadan, bukan pada awal bulan. Penjelasan ini juga didukung oleh Imam Ahmad bin Hanbal yang menyatakan bahwa qunut dimulai setelah hari ke-15 Ramadan, tepatnya pada malam ke-16.
Lebih lanjut, riwayat dari Ibnu Abi Syaibah juga menegaskan bahwa Umar bin Khattab memerintahkan Ubay bin Ka’ab untuk berqunut di pertengahan akhir bulan Ramadan, yang secara spesifik dimulai dari malam ke-16. Untuk tahun 2026, jika puasa dimulai pada Kamis, 19 Februari, malam ke-16 Ramadan akan jatuh pada Jumat malam, 6 Maret 2026. Sedangkan bagi yang memulai puasa pada Rabu, 18 Februari 2026, malam ke-16 Ramadan akan jatuh pada Kamis malam, 5 Maret 2026, yang menjadi waktu dimulainya qunut.
Hukum Membaca Doa Qunut Tarawih
Sebelum membahas bacaan doa qunut, penting untuk memahami hukum dan statusnya menurut para ulama yang menjadi rujukan umat Islam. Hukum membaca qunut witir adalah sunah, artinya dianjurkan tetapi tidak diwajibkan.
Pendapat Ulama tentang Qunut
Ibnu Taimiyah dalam karyanya, Majmu’ Al Fatawa, menyebutkan bahwa qunut witir adalah doa yang diperbolehkan, bukan suatu kewajiban. Beliau menjelaskan bahwa bagi yang ingin membacanya dipersilakan, sementara yang tidak pun tidak ada masalah, selama keduanya dilakukan dengan niat yang tulus dalam ibadah.
Sejumlah sahabat Nabi juga memberikan pandangan tentang kesunahan qunut, termasuk di antaranya Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan Ibnu Abbas.
Bacaan Doa Qunut Tarawih
Dalam salat witir Ramadan, terdapat beberapa versi bacaan doa qunut yang bisa diamalkan. Semua bacaan ini bersumber dari hadis sahih yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW.
1. Doa Qunut Pendek (Riwayat At-Tirmidzi)
Doa ini adalah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada cucunya, Hasan bin Ali RA, dan menjadi bacaan qunut yang paling umum digunakan oleh umat Islam di seluruh dunia.
Arab:
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ إِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Latin: Allâhummah dinî fiman hadait, wa ‘afinî fîman ‘âfait, wa tawallanî fîman tawallait, wa bârik lî fimâ a’thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaika, innahu lâ yadzillu man wâlait, tabârakta rabbanâ wa ta’âlait.
Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku keafiatan bersama orang-orang yang telah Engkau beri keafiatan. Lindungi aku bersama orang-orang yang telah Engkau lindungi. Berkahilah aku dalam apa yang telah Engkau berikan. Selamatkanlah aku dari keburukan apa yang telah Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah yang menetapkan dan tidak ada yang dapat menentang ketetapan-Mu. Tidak akan terhina orang yang Engkau cintai. Mahasuci dan Mahatinggi Engkau, ya Rabb kami.”
2. Doa Qunut Lengkap (Riwayat Ibnu Khuzaimah)
Doa ini lebih panjang dan diambil dari zaman Umar bin Khattab, khususnya ketika umat Islam menghadapi tekanan dari musuh-musuh yang menindas dan menghalangi syiar Islam.
Arab:
اللَّهُمَّ قَاتِلِ الْكَفَرَةَ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِكَ وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ، وَلَا يُؤْمِنُونَ بِوَعْدِكَ، وَخَالِفْ بَيْنَ كَلِمَتِهِمْ، وَأَلْقِ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ وَأَلْقِ عَلَيْهِمْ رِجْزَكَ وَعَذَابَكَ، إِلَهَ الْحَقِّ
Latin: Allâhumma qatilil kafaratal ladzîna yashuddûna ‘an sabîlika wa yukadzdzibûna rusulaka, wa lâ yu’minûna biwadika, wa khâlif baina kalimatihim, wa alqi fî qulûbihimur ru’ba, wa alqi ‘alaihim rijzaka wa ‘adzâbaka, ilâhal haqqi.
Artinya: “Ya Allah, binasakanlah orang-orang kafir yang menghalangi manusia dari jalan-Mu, mendustakan para rasul-Mu, dan tidak beriman dengan janji-Mu. Cerai-beraikan persatuan mereka, timpakanlah rasa takut di hati mereka, serta timpakanlah siksaan dan azab-Mu kepada mereka, ya Tuhan yang haq.”
Setelah doa ini, bacaan dilanjutkan dengan:
Arab:
اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ، وَلَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُدُ، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ، وَنَرْجُو رَحْمَتَكَ رَبَّنَا، وَنَخَافُ عَذَابَكَ الْجِدَّ إِنَّ عَذَابَكَ لِمَنْ عَادَيْتَ مُلْحِقُ
Latin: Allâhumma iyyâka na’budu, wa laka nushallî wa nasjudu, wa ilaika nas’a wa nahfidu, wa narjû rahmataka rabbanâ, wa nakhâfu ‘adzâbakal jidda, inna ‘adzâbaka liman ‘adaita mulhiqun.
Artinya: “Ya Allah, kami menyembah hanya kepada-Mu, hanya kepada-Mu kami salat dan sujud, hanya untuk-Mu kami berusaha dan beramal, kami memohon rahmat-Mu ya Rabb kami. Kami juga takut kepada azab-Mu yang pedih. Sesungguhnya azab-Mu ditimpakan kepada orang yang Engkau musuhi.”
3. Doa Qunut dari Ali bin Abi Thalib RA
Sebagai tambahan, terdapat bacaan qunut yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA. Doa ini lebih singkat namun mengandung makna yang dalam, berupa permohonan perlindungan dan pengakuan akan kebesaran Allah.
Arab:
اللهم إِنَّي أعوذُ برضاكَ من سخَطِكَ وأعوذُ بمعافاتِكَ من عقوبَتِكَ وأعوذُ بك منكَ لا أُحْصي ثناءً عليكَ أنتَ كما أثنيتَ على نفسِكَ
Latin: Allâhumma innî a’ûdzu biridlâka min sakhathika, wa a’ûdzu bimu’âfâtika min ‘uqûbatika, wa a’ûdzu bika minka, lâ uhshî tsanâ’an ‘alaika, anta kamâ atsnayta ‘alâ nafsika.
Artinya: “Ya Allah, dengan ridha-Mu aku mohon perlindungan dari murka-Mu. Dengan ampunan-Mu aku mohon perlindungan dari hukuman-Mu. Dengan hikmah-Mu aku mohon perlindungan dari takdir buruk. Tidak terhitung pujian untuk-Mu, Engkau sebagaimana pujian yang Engkau sematkan pada Diri-Mu.”
Tata Cara Membaca Doa Qunut Tarawih
Agar ibadah menjadi lebih sempurna, berikut adalah urutan yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan qunut witir, yang berdasarkan hadis serta penjelasan para ulama sebagai panduan sehari-hari.
- Mulailah dengan melaksanakan salat witir pada rakaat terakhir setelah selesai salat tarawih berjamaah.
- Setelah membaca surah Al-Fatihah dan surah pendek, lakukan rukuk seperti biasa.
- Bangkit dari rukuk dan berdiri tegak dalam posisi iktidal sambil membaca doa i’tidal.
- Setelah iktidal, angkat kedua tangan setinggi dada dengan telapak tangan menghadap ke atas.
- Bacalah salah satu doa qunut yang telah dipilih dengan khusyuk dan penuh penghayatan. Lanjutkan dengan sujud hingga salat selesai.
Alternatif Membaca Qunut Sebelum Rukuk
Beberapa pendapat menyebutkan bahwa qunut dapat dibaca sebelum rukuk, bukan setelahnya. Pendapat ini berdasarkan hadis dari Ubay bin Ka’ab yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan disahihkan oleh Al-Albani.
Apakah Mengangkat Tangan Saat Qunut Itu Wajib?
Mengangkat tangan saat membaca qunut adalah bagian dari adab doa yang dianjurkan oleh banyak ulama. Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan bahwa ini juga berdasarkan amalan Umar bin Khattab yang sahih.
Adapun cara yang benar untuk mengangkat tangan adalah dengan mengangkat kedua telapak tangan setinggi dada, dengan bagian dalam telapak tangan menghadap ke arah langit sebagai tanda permohonan kepada Allah.
Tidak perlu mengangkat tangan terlalu tinggi, karena qunut termasuk dalam kategori doa permintaan biasa, bukan doa ibtihal yang melibatkan gerakan lebih ekstrem dalam mengekspresikan permohonan.
➡️ Baca Juga: Kolaborasi Heksahelix dan Lampung Selatan: Langkah Strategis Membentuk Masa Depan yang Lebih Baik
➡️ Baca Juga: Fakta: Game Eksklusif Xbox Tidak Ditemukan di Konsol Generasi Berikutnya