RI dan Tiongkok Percepat IDC-CEPA untuk Tingkatkan Persaingan Dagang yang Ketat

Jakarta – Indonesia dan Tiongkok telah mencapai kesepakatan untuk mempercepat proses perundingan mengenai Indonesia-Tiongkok Comprehensive Economic Partnership Agreement (IDC-CEPA). Langkah ini bertujuan untuk memperluas akses pasar dan memperkuat kerjasama ekonomi antara kedua negara di tengah persaingan dagang yang semakin ketat.

Pertemuan Bilateral yang Mendorong Kerjasama

Kesepakatan tersebut merupakan hasil dari pertemuan bilateral yang berlangsung antara Edi Prio Pambudi, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, dan Chen Chao, Direktur Jenderal Perdagangan Internasional dan Urusan Ekonomi Kementerian Perdagangan Tiongkok (MOFCOM). Pertemuan ini dilaksanakan di kantor MOFCOM di Beijing.

Edi menyoroti bahwa CEPA diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok dengan mengedepankan prinsip kerja sama yang saling melengkapi, bukan sekadar persaingan. Hal ini, menurutnya, akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi kedua negara.

Momentum yang Tepat untuk Memperkuat Hubungan Ekonomi

“Saat ini adalah waktu yang sangat tepat bagi Indonesia dan Tiongkok untuk meningkatkan hubungan ekonomi melalui CEPA. Kami berharap CEPA dapat menghadirkan kerja sama yang saling melengkapi, sehingga kedua belah pihak dapat merasakan manfaatnya secara nyata,” ungkap Edi dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu, 30 September.

Tiongkok tercatat sebagai tujuan ekspor nonmigas terbesar bagi Indonesia. Pada tahun 2025, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok diperkirakan mencapai 64,82 miliar dolar AS, mengalami peningkatan sebesar 7,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya pasar Tiongkok bagi perekonomian Indonesia.

Investasi Tiongkok di Indonesia

Dalam sektor investasi, Tiongkok dan Hong Kong menempati posisi tiga besar sebagai negara asal penanaman modal asing (PMA) di Indonesia pada tahun 2025. Realisasi investasi dari Tiongkok diperkirakan mencapai 7,5 miliar dolar AS, sementara Hong Kong menyumbang sekitar 10,6 miliar dolar AS.

Meskipun terdapat hubungan perdagangan dan investasi yang kuat antara kedua negara, hingga kini Indonesia dan Tiongkok belum memiliki perjanjian perdagangan bilateral yang resmi. Kerja sama perdagangan selama ini masih berlangsung dalam kerangka ASEAN-Tiongkok Free Trade Area (ACFTA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Menyambut Positif Inisiatif CEPA

Respon positif datang dari pihak Tiongkok. Chen Chao menyatakan optimisme bahwa CEPA akan membawa manfaat signifikan bagi pelaku bisnis di kedua negara. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi itu dalam menciptakan peluang baru di tengah tantangan perekonomian global.

Kedua pihak sepakat untuk merumuskan cakupan kerja sama yang akan dituangkan dalam perjanjian tersebut. Mereka akan bekerja sama untuk memastikan bahwa implementasi CEPA dapat memenuhi kebutuhan dunia usaha.

Koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga Terkait

“Kami akan segera berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menindaklanjuti hasil pertemuan ini. Keterlibatan kamar dagang dan asosiasi usaha juga sangat penting agar CEPA dapat merespons kebutuhan dunia bisnis dengan lebih baik,” ungkap Edi lebih lanjut.

Selain membahas CEPA, kedua negara juga mendiskusikan pengembangan ekonomi hijau melalui Green Partnership Agreement for Development (GPAD). Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat perdagangan dan investasi hijau, khususnya bagi negara-negara berkembang.

Pentingnya Implementasi dalam Kerja Sama Ekonomi Hijau

“Bagi kami, yang paling utama adalah implementasi. Kerja sama ekonomi hijau tidak boleh hanya berhenti di atas kertas, tetapi harus dapat direalisasikan dan memberikan nilai tambah yang konkret,” tegas Edi.

Keberadaan GPAD ini diharapkan dapat mendorong kedua negara untuk berkolaborasi dalam menciptakan proyek-proyek yang ramah lingkungan, yang tentunya akan berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar. Dengan adanya komitmen ini, Indonesia dan Tiongkok berupaya untuk menjadi pelopor dalam inisiatif hijau di kawasan.

Kesempatan untuk Meningkatkan Kualitas Hidup

Perjanjian ini juga mencakup aspek sosial dan ekonomi yang lebih luas, di mana kedua negara berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan memperluas akses pasar dan menciptakan lapangan kerja, diharapkan adanya peningkatan kesejahteraan bagi warga kedua negara.

Manfaat dari CEPA dan GPAD tidak hanya terbatas pada sektor perdagangan dan investasi, tetapi juga meliputi pengembangan teknologi dan inovasi. Kedua negara perlu saling mendukung dalam penelitian dan pengembangan, terutama dalam bidang energi terbarukan dan teknologi hijau.

Peran Strategis Indonesia di Kawasan

Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar di Asia Tenggara memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan ekonomi di kawasan. Melalui CEPA, Indonesia dapat berperan sebagai jembatan antara Tiongkok dan negara-negara lain dalam ASEAN, sehingga menciptakan sinergi yang lebih baik dalam perdagangan regional.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan CEPA dapat menjadi alat strategis bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing di pasar global, serta memperkuat kedudukan Tiongkok sebagai mitra dagang utama dalam konteks regional dan internasional.

Prospek Masa Depan Kerja Sama Indonesia-Tiongkok

Melihat prospek masa depan, kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok melalui IDC-CEPA dan GPAD dapat membuka peluang yang lebih luas bagi kedua negara. Dalam menghadapi tantangan global, kerjasama ini sangat penting untuk menciptakan stabilitas ekonomi dan sosial.

Dengan komitmen yang kuat dari kedua belah pihak, IDC-CEPA diharapkan tidak hanya akan meningkatkan hubungan perdagangan, tetapi juga dapat menjadi fondasi bagi kerjasama yang lebih mendalam di berbagai bidang, termasuk pendidikan, pariwisata, dan budaya.

Sinergi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Akhirnya, sinergi antara Indonesia dan Tiongkok dalam kerjasama ekonomi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan berkelanjutan yang menguntungkan bagi kedua negara. Dengan memperkuat ikatan ekonomi dan sosial, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat di kedua belah pihak.

Dengan demikian, IDC-CEPA akan menjadi langkah maju yang signifikan dalam memperkuat hubungan bilateral, menciptakan peluang baru, dan meningkatkan daya saing di arena perdagangan global.

➡️ Baca Juga: Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT April 2026: Cek Status Penerima Di Sini

➡️ Baca Juga: PSS Sleman Tingkatkan Intensitas Latihan Menyongsong Musim 2026/2027

Exit mobile version