Penutupan sementara TPS Pasar Baleendah yang dimulai pada Selasa (28/4) telah memicu kebingungan di kalangan warga setempat, terutama bagi mereka yang sebelumnya bergantung pada tempat tersebut untuk pembuangan sampah. Situasi ini menjadi semakin kompleks, dengan warga RW 26 Kelurahan Baleendah merasakan dampak langsung dari keputusan tersebut.
Kejutan di Kalangan Warga
Ketua RW 26, Fevi Reza Fahlevi, menyatakan bahwa pihaknya sangat terkejut dengan kebijakan penutupan sementara TPS. Ia mengakui bahwa mereka belum memiliki rencana alternatif yang memadai untuk menangani pengelolaan sampah yang ditinggalkan.
“Kami benar-benar tidak menyangka TPS Pasar Baleendah ditutup. Kami juga belum menyiapkan skenario cadangan untuk mengatasi masalah ini,” ungkap Fevi saat ditemui pada Kamis (30/4/2026).
Pentingnya Kolaborasi dalam Pengelolaan Sampah
Fevi menambahkan bahwa selama ini, kolaborasi dalam hal pembuangan sampah melalui TPS Pasar Baleendah berjalan dengan baik dan memberikan layanan yang memadai bagi warga di wilayahnya.
Walaupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sempat mengusulkan untuk melakukan pengangkutan langsung dari RW 26, Fevi berpendapat bahwa solusi tersebut mungkin belum mampu menyelesaikan masalah secara keseluruhan.
Persoalan Kuota Pembuangan Sampah
Ia menjelaskan bahwa isu utama yang dihadapi saat ini berkaitan dengan keterbatasan kuota pembuangan sampah yang tersedia.
“Walaupun ada baiknya berupaya berkoordinasi dengan Dinas LH, saya rasa belum ada formulasi yang tepat untuk meningkatkan kuota pembuangan kami,” jelasnya.
Harapan untuk TPS Pasar Baleendah
Fevi berharap agar TPS Pasar Baleendah tetap menjadi fokus utama dalam penanganan sampah, termasuk dengan kemungkinan menghadirkan mesin pemilah sampah yang dapat meningkatkan efektivitas dan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah di wilayah tersebut.
“Kami berharap TPS Pasar Baleendah menjadi prioritas. Semoga ada upaya untuk menyediakan mesin pemilah sampah,” tuturnya.
Imbauan kepada Warga
Menyusul penutupan sementara ini, Fevi juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengimbau warga untuk menahan diri dari pembuangan sampah sementara waktu, sembari menunggu hasil rapat internal pengurus RW mengenai langkah selanjutnya.
“Saya sudah menginformasikan kepada warga untuk menahan pembuangan sampah selama beberapa hari ke depan,” tambahnya.
Kepastian Pembukaan Kembali TPS
Terkait kapan TPS akan dibuka kembali, Fevi mengaku mendapatkan informasi bahwa kemungkinan TPS akan beroperasi kembali pada hari Senin, meskipun belum ada kepastian resmi dari pihak berwenang.
“Mudah-mudahan ada informasi mengenai pembukaan kembali pada hari Senin,” ujarnya dengan penuh harapan.
Kekhawatiran Mengenai Penutupan yang Berlarut-larut
Namun, Fevi mengungkapkan kekhawatiran jika TPS tidak segera dibuka. Dalam situasi ini, pengurus RW telah mempersiapkan langkah alternatif, seperti menjalin kerjasama langsung dengan DLH atau memanfaatkan beberapa lahan yang ada di wilayah RW 26 untuk pemilahan sampah secara mandiri.
“Jika TPS belum dibuka, kami pernah berdiskusi untuk berkolaborasi dengan Dinas LH atau menggunakan lahan di lingkungan kami untuk pengelolaan sampah,” imbuhnya.
Upaya Pemilahan Sampah Mandiri
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi potensi penumpukan sampah di wilayah RW 26. Selain itu, pemilahan sampah secara mandiri dapat menjadi solusi sementara yang efektif untuk mengatasi masalah yang ada.
- Koordinasi dengan DLH untuk meningkatkan kuota pembuangan.
- Pemanfaatan lahan untuk pemilahan sampah secara mandiri.
- Penggunaan mesin pemilah sampah untuk efisiensi pengelolaan.
- Imbauan kepada warga untuk menahan pembuangan sampah.
- Diskusi internal pengurus RW untuk merumuskan solusi jangka pendek.
Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan terencana untuk menjaga kebersihan dan kesehatan masyarakat. Harapan warga agar TPS Pasar Baleendah dapat kembali beroperasi secepatnya sejalan dengan upaya untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik di masa mendatang.
Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan permasalahan ini dapat teratasi, dan warga tidak perlu lagi khawatir tentang pembuangan sampah di lingkungan mereka. Diperlukan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait untuk mencapai solusi yang berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: USU Tingkatkan Keamanan UTBK-SNBT 2026, Cegah Joki dan Data Mencurigakan
➡️ Baca Juga: Waspadalah Warga Yogyakarta Karena Akan Mengalami Kemarau Lebih Kering
