Pendaftaran JFP dan JIPCon di JAFF Market 2026 Dibuka Hingga 1 September 2023

Pendaftaran untuk dua program prestisius dalam dunia perfilman, yaitu Jogja-NETPAC Asian Film Festival Future Project (JFP) dan JAFF IP Connection (JIPCon) untuk event tahun 2026, kini telah dibuka. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para kreator film dan pemilik kekayaan intelektual (IP) nonfilm untuk menyerahkan karya mereka dan berkolaborasi dengan investor serta produser.
Detail Pendaftaran Program JAFF Market 2026
Batas waktu pendaftaran untuk program JAFF Market 2026 telah ditetapkan, dimulai dari tanggal 31 Juli dan akan berakhir pada 1 September 2023. Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi jaff-market.com. Perubahan nama JIPCon dari yang sebelumnya dikenal sebagai JAFF Content Market (JCM) adalah langkah strategis untuk memperjelas tujuan program ini.
Transformasi Nama JIPCon
Menurut Sekarini Seruni, Business Director JAFF Market, perubahan nama ini bertujuan untuk mempermudah pemilik karya untuk beradaptasi dan berinteraksi di luar lingkup perfilman. Ia menekankan pentingnya menjembatani pemilik IP dengan pihak-pihak yang mampu mendukung pengembangan dan pendanaan karya-karya tersebut.
“Banyak cerita yang memiliki potensi kuat untuk diangkat menjadi tayangan layar berada di luar jalur film. Melalui JIPCon, kami berupaya untuk menciptakan akses yang lebih jelas bagi pemilik IP untuk terhubung dengan individu atau organisasi yang dapat membantu mewujudkan karya mereka,” jelas Seruni.
Kesempatan untuk Pemilik Karya Kreatif
Pendaftaran untuk JIPCon terbuka bagi berbagai jenis kreator, termasuk mereka yang memiliki karya berupa buku, novel, komik, lagu, permainan video, konten digital, dan karya ilmiah. Event ini akan memberikan kesempatan bagi para kreator untuk dipertemukan dengan investor dan produser internasional pada tanggal 28 hingga 30 November 2026 di Jogja Expo Center, Yogyakarta.
Peningkatan Kapasitas Program JFP
Program JFP juga mengalami peningkatan, dengan kapasitas pendampingan yang kini mencakup 12 film panjang dari kawasan Asia Pasifik. Ini adalah peningkatan dari kuota tahun lalu yang hanya mampu menampung 10 karya. Prioritas utama tetap diberikan pada karya-karya yang memiliki unsur Indonesia.
Linda Gozali, Market Director JAFF Market, menyatakan bahwa penambahan proyek ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak kesempatan bagi cerita-cerita dari Indonesia dan Asia Pasifik untuk menjalin kemitraan yang signifikan. “Kami tidak hanya ingin menciptakan forum presentasi, tetapi juga jalur pengembangan yang berkelanjutan, mulai dari pematangan proyek, pendanaan, produksi, hingga akses yang lebih luas ke pasar internasional,” ungkapnya.
Prestasi Alumni Program
Sejarah program ini telah mencatat sejumlah alumni yang berhasil menembus panggung perfilman global. Beberapa film yang berhasil dipamerkan di festival internasional, antara lain “Pangku” karya Reza Rahadian yang ditampilkan di Cannes dan Busan International Film Festival 2025, serta “A Life Full of Holes” karya Loeloe Hendra Komara yang hadir di Hong Kong Asia Film Financing Forum (HAF) 2026.
Adaptasi Karya Nonfilm ke Film Panjang
Tidak hanya itu, beberapa karya nonfilm juga telah memasuki tahap pengembangan untuk dijadikan film panjang. Di antara proyek yang sedang berjalan adalah “Bandits of Batavia” yang diproduksi oleh Imajinari dengan sutradara Ernest Prakasa, “Locust” oleh Aftersun Pictures yang dibesut oleh Sidharta Tata, serta “Tikam Samurai” yang dipegang oleh Bushi Bros Films bersama sutradara Cornelio Sunny.
Networking di JAFF Market 2026
Bagi pelaku industri yang ingin memperluas jaringan dengan para kreator pilihan, pembelian Badge Akreditasi untuk JAFF Market 2026 kini telah dibuka. Terdapat periode harga khusus (Early Bird) yang dapat diakses melalui situs resmi JAFF Market hingga 31 Oktober 2026.
Manfaat Mengikuti JAFF Market
Berpartisipasi dalam JAFF Market menawarkan berbagai manfaat, antara lain:
- Akses langsung ke investor dan produser internasional.
- Peluang untuk mempresentasikan karya kepada audiens yang lebih luas.
- Kesempatan untuk menjalin kemitraan strategis dalam pengembangan proyek.
- Pendampingan dan bimbingan dari para profesional berpengalaman di industri.
- Peningkatan visibilitas karya di pasar global.
Dengan semua kesempatan dan keuntungan ini, pendaftaran untuk JFP dan JIPCon menjadi langkah krusial bagi para kreator yang ingin membawa karya mereka ke tingkat selanjutnya. Jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk terlibat dalam proses yang dapat mengubah arah karier Anda di industri perfilman dan kreatif.
➡️ Baca Juga: Kodaline Mengajukan Permintaan Khusus untuk Penampilan di LaLaLa Festival 2026
➡️ Baca Juga: Cremonese Tak Berdaya, Fiorentina Menang Telak 4-0 di Laga Seru Gawang Audero



