Penanganan Banjir Astana Jatimerta Belum Sepakat – Video

— Paragraf 1 —

Banjir yang terjadi di Blok Pekalungan, Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, disebut terkait dengan kondisi saluran air antar desa. Pemerintah Desa Astana dan Desa Jatimerta memiliki penjelasan berbeda terkait sumber permasalahan banjir tersebut.

— Paragraf 2 —

Banjir yang terjadi di Blok Pekalungan, Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, disebut terkait dengan kondisi saluran air antar desa. Pemerintah Desa Astana menyebut banjir terjadi karena saluran pembuangan air ke wilayah sekitar tidak lagi berfungsi maksimal.

— Paragraf 3 —

Saluran ke arah barat disebut banyak tertutup bangunan, sedangkan saluran ke arah timur menuju Desa Jatimerta banyak yang tertimbun tanah.

— Paragraf 4 —

Sekretaris Desa Astana, Sukijah, menjelaskan pihak desa sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi banjir. Mulai dari normalisasi saluran air, program drainase melalui program Kotaku, hingga membuat sodetan menggunakan pipa.

— Paragraf 5 —

Namun menurutnya, berbagai upaya tersebut belum memberikan hasil maksimal, karena saluran air ke desa tetangga masih belum berfungsi dengan baik.

— Paragraf 6 —

Di sisi lain, Pemerintah Desa Jatimerta menyebut banjir yang terjadi di wilayahnya dipengaruhi naiknya debit Sungai Pekik dan Sungai Kalisapu atau Condong. Kondisi muara sungai yang menyempit dan dipenuhi sampah disebut menjadi salah satu penyebab banjir.

— Paragraf 7 —

Kuwu Desa Jatimerta, Sunaryo, menilai penanganan banjir memerlukan peran pemerintah daerah dan Balai Besar Wilayah Sungai untuk menormalisasi muara sungai.

— Paragraf 8 —

Hingga kini, penanganan banjir di wilayah perbatasan Desa Astana dan Jatimerta masih memerlukan koordinasi lebih lanjut antar pemerintah desa serta pemerintah daerah.

➡️ Baca Juga: Indrak, Spesialis SEO, Mempercepat Produksi Jaecoo J5 EV dengan Target 10.000 Unit Sebelum Lebaran

➡️ Baca Juga: Makna di Balik Penyematan Baju Biru dalam Pemakaman Vidi Aldiano: Analisis Mendalam

Exit mobile version