Pemkot Mengajak Warga Berperan Aktif dalam Perawatan Cagar Budaya Jembatan Lama Kediri

Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga dan merawat salah satu cagar budaya yang bersejarah, yaitu Jembatan Lama Kediri. Keberadaan jembatan ini bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga merupakan bagian penting dari warisan budaya yang harus dilestarikan demi generasi mendatang.
Sejarah dan Signifikansi Jembatan Lama Kediri
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, dalam sebuah pernyataan, menekankan pentingnya Jembatan Lama sebagai saksi bisu perjalanan sejarah dan kehidupan masyarakat di Kota Kediri. Jembatan ini telah menjadi bagian integral dari perkembangan budaya dan identitas lokal.
“Jembatan Lama ini mencerminkan perjalanan sejarah yang kaya dan harus kita jaga bersama,” ujarnya dalam keterangan yang diterima. Ia menegaskan bahwa jembatan ini tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga telah diakui sebagai cagar budaya yang perlu dilestarikan.
Status Cagar Budaya
Keberadaan Jembatan Lama Kediri kini telah mendapatkan pengakuan resmi sebagai cagar budaya, sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) yang mencakup beberapa nomor keputusan. Melalui status ini, jembatan yang terletak di Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, harus dijaga kelestariannya oleh semua pihak.
- Keputusan Mendikbudristek Nomor 58/M/2022
- Keputusan Mendikbudristek Nomor 59/M/2022
- Keputusan Mendikbudristek Nomor 60/M/2022
- Keputusan Mendikbudristek Nomor 61/M/2022
- Keputusan Mendikbudristek Nomor 145/M/2022
Detail Fisik Jembatan Lama Kediri
Jembatan ini memiliki panjang sekitar 160 meter dan lebar 5,80 meter, serta berdiri setinggi sekitar 7,50 meter dari permukaan Sungai Brantas. Struktur bangunannya yang megah dan kokoh menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung dan masyarakat sekitar.
Usia dan Sejarah Jembatan
Pada 18 Maret 2026 mendatang, Jembatan Lama Kediri akan merayakan ulang tahunnya yang ke-157, sejak pertama kali dibuka untuk umum pada tahun 1869. Menurut Imam Mubarok, perwakilan dari Komunitas Juru Wotan, jembatan ini dikenal dengan nama Brug Over den Brantas te Kediri dan merupakan bagian dari jalur Groote Postweg yang dibangun pada masa kolonial Belanda.
Jembatan ini merupakan salah satu contoh penting dari teknik rekayasa abad ke-19, menggunakan konstruksi besi yang ditopang oleh tiang sekrup yang ditanam di dasar Sungai Brantas. Hal ini menunjukkan betapa majunya teknologi pada masa itu, serta nilai estetika dan fungsional yang tinggi.
Keunikan dan Perbandingan Sejarah
Bahkan, Jembatan Lama Kediri diakui sebagai jembatan besi pertama di Jawa dan merupakan yang tertua di dunia pada zamannya. Imam menambahkan bahwa pada waktu itu, jembatan ini dianggap sebagai sebuah mahakarya teknik oleh insinyurnya, Sytze Westerbaan Muurling. Usianya yang lebih tua dari Jembatan Brooklyn di New York, yang selesai dibangun pada tahun 1883, menjadikannya sangat istimewa dalam konteks sejarah global.
Pelestarian Budaya Melalui Kreativitas
Dalam sebuah acara yang memperingati hari jadi jembatan, juga diluncurkan tenun ikat Bandar dengan motif Jembatan Lama. Karya ini merupakan hasil tangan perajin lokal, Slamet Sugiyanto dari Palugada, dan diharapkan dapat menjadi simbol pelestarian warisan sejarah sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Kediri.
Motif tenun ikat ini tidak hanya menampilkan keindahan seni, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga dan merawat cagar budaya yang ada. Dengan mengangkat tema Jembatan Lama, diharapkan masyarakat lebih sadar akan nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.
Peran Masyarakat dalam Pelestarian
Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam pemeliharaan Jembatan Lama Kediri. Masyarakat dapat terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari pemeliharaan fisik jembatan hingga penyebarluasan informasi mengenai sejarah dan makna pentingnya jembatan tersebut.
- Mengadakan kegiatan bersih-bersih di sekitar jembatan.
- Memberikan edukasi kepada generasi muda tentang sejarah jembatan.
- Berpartisipasi dalam acara peringatan hari jadi jembatan.
- Menunjukkan kepedulian melalui kegiatan sosial yang berhubungan dengan pelestarian budaya.
- Mendukung perajin lokal yang mengangkat tema Jembatan Lama dalam karya mereka.
Kesimpulan
Jembatan Lama Kediri bukan hanya sekadar infrastruktur, tetapi juga merupakan cagar budaya yang menyimpan banyak cerita dan sejarah. Melalui pelestarian yang dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat, diharapkan jembatan ini dapat terus berdiri kokoh dan menjadi saksi sejarah bagi generasi mendatang.
Dengan mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi, Pemkot Kediri berharap agar nilai-nilai budaya yang terkandung dalam Jembatan Lama tetap hidup dan relevan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita jaga dan lestarikan cagar budaya Jembatan Lama Kediri untuk masa depan yang lebih baik!
➡️ Baca Juga: Surga Wisata Alam di Majalengka! 8 Destinasi Paling Seru untuk Libur Lebaran Bersama Keluarga
➡️ Baca Juga: Cinta Quran Foundation Tuan Rumah RUPW 2026: Meluncurkan Gerakan Pembangunan 99 Masjid Asmaul Husna


