— Paragraf 1 —
MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengerahkan sebanyak sembilan mobil pasar murah yang akan berkeliling sebagai langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
— Paragraf 2 —
Program yang disebut Loket Mobile Pangan ini dihadirkan sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk memastikan masyarakat Kota Makassar tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.
— Paragraf 3 —
“Melalui kegiatan ini, kami Pemerintah Kota Makassar, berupaya menstabilkan harga di pasaran, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan di penghujung Ramadan dan jelang Idul Fitri,” kata Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Kamis (12/3).
— Paragraf 4 —
Ia mengungkapkan, giat ini telah dimulai pada 11 Maret 2026 hingga Lebaran atau 10 hari terakhir Ramadhan. Pemerintah Kota juga menurunkan tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan untuk melaksanakan pasar murah di berbagai titik di Kota Makassar.
— Paragraf 5 —
Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga menggandeng Perum Bulog untuk memastikan pasokan bahan pangan tersedia dan dapat dijual kepada masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.
— Paragraf 6 —
Munafri menyebut, selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, pasar murah juga diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat.
— Paragraf 7 —
“Program pangan murah ini, berlangsung di titik yang ditentukan, sekaligus menekan potensi inflasi daerah yang kerap dipicu oleh lonjakan harga sejumlah komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur menjelang Lebaran akhir bulan ini,” urainya.
— Paragraf 8 —
Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat di Kota Makassar, tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah meningkatnya permintaan bahan pangan guna memenuhi kebutuhan hari besar keagamaan menjelang hari raya.
— Paragraf 9 —
Orang nomor satu Kota Makassar itu menjelaskan, rencana tersebut diputuskan setelah pemerintah kota menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah perangkat daerah dan pihak Kecamatan.
— Paragraf 10 —
“Biasanya di periode akhir Ramadan ini, harga-harga mulai mengalami kenaikan yang cukup signifikan dan bisa berdampak pada inflasi. Sehingga kami mencari solusi untuk kebutuhan masyarakat terpenuhi,” urai Munafri.
➡️ Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Seusai Pemeriksaan Bareskrim Polri: Harapan Keadilan Restoratif Mendominasi
➡️ Baca Juga: Optimalkan Keselamatan di Jalan Layang MBZ Melalui Pembatasan Kendaraan Golongan I