Pemkot Bandung Tingkatkan Akses Kredit UMKM Melalui Kerja Sama dengan Bank BJB

Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di suatu daerah sering kali bergantung pada pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di Kota Bandung, Pemerintah Kota berkomitmen untuk meningkatkan akses kredit UMKM, yang merupakan salah satu faktor krusial dalam mendorong pertumbuhan dan keberlangsungan usaha. Melalui kolaborasi strategis dengan Bank BJB, Pemkot Bandung membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan permodalan yang diperlukan.
Pentingnya Akses Kredit bagi UMKM
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan bahwa akses terhadap modal menjadi salah satu kebutuhan utama bagi pelaku UMKM. Tanpa dukungan finansial yang memadai, usaha mereka sulit untuk berkembang dan meningkatkan kapasitas operasional.
“Pemberian modal kredit oleh BJB merupakan salah satu upaya agar para pengusaha mikro mendapatkan akses ke dunia perbankan,” tuturnya dalam acara UMKM Hebat Kota Bandung Kuat Bersama Bank BJB yang digelar di Gedung Serbaguna Balai Kota Bandung.
Variasi Nilai Kredit yang Tersedia
Wali Kota Farhan menjelaskan bahwa pelaku UMKM dapat mengakses kredit dengan nilai yang bervariasi, mulai dari Rp5 juta hingga mencapai Rp1,5 miliar. Besaran kredit ini disesuaikan dengan skala usaha dan tingkat kelayakan masing-masing usaha yang diajukan.
Memperkuat Legalitas Usaha
Tak hanya memberikan akses modal, Pemkot Bandung juga berupaya mendorong pelaku usaha untuk melengkapi legalitas usahanya. Hal ini bertujuan agar mereka lebih mudah mendapatkan dukungan pembiayaan dari lembaga keuangan.
Keterlibatan Berbagai Pihak dalam Ekosistem UMKM
Menurut Wali Kota Farhan, pengembangan ekosistem UMKM memerlukan keterlibatan aktif dari semua pihak. Ini termasuk pelaku usaha, institusi perbankan, masyarakat sebagai konsumen, serta pemerintah sebagai regulator.
“Ketika kita berbicara tentang lingkungan dan interaksi di dalamnya, kita harus mulai dengan membangun pelakunya. Semua elemen terkait sudah ada di sini, dimulai dari pelaku UMKM,” imbuhnya.
Pentingnya Mendorong Pasar Lokal
Dalam pandangannya, UMKM memiliki peran yang signifikan dalam penggerakan ekonomi masyarakat. Maka dari itu, penguatan usaha mikro tidak harus bergantung pada pasar yang jauh, tetapi bisa dimulai dengan memperkuat pasar di sekitar lingkungan mereka.
“Hal yang paling penting adalah memastikan produk-produk UMKM dipasarkan di lingkungan sekitar. Apakah masyarakat membeli barang yang dijual oleh mereka atau tidak, itu adalah langkah awal dalam membangun pasar,” jelasnya.
Contoh Keberhasilan Produk Kuliner
Wali Kota Farhan juga memberikan contoh mengenai perkembangan produk kuliner khas Bandung seperti cilok, cireng, dan seblak. Produk-produk ini kini telah berhasil masuk ke segmen pasar yang lebih tinggi, menunjukkan kreativitas serta upaya pelaku UMKM dalam meningkatkan kualitas dan citra produk mereka.
“Cilok dan cireng sudah bisa ditemukan di restoran. Ini menunjukkan bahwa dalam satu dekade terakhir, para pelaku usaha kuliner telah berhasil mengangkat citra cilok, cireng, dan seblak menjadi bagian dari kelas kuliner,” paparnya.
UMKM sebagai Solusi Pengangguran
Pengembangan UMKM menjadi semakin penting di tengah tingginya angka pengangguran terbuka di Kota Bandung, yang masih berada di kisaran 7 persen. Oleh karena itu, UMKM diharapkan dapat tumbuh dengan baik dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Statistik dan Pertumbuhan UMKM di Bandung
Wali Kota Farhan mencatat bahwa saat ini terdapat sekitar 12.000 UMKM yang terdaftar di Kota Bandung. Pertumbuhan omzet dari UMKM ini tercatat mencapai sekitar 25 persen, dengan pertumbuhan aset usaha rata-rata mencapai 10,9 persen.
- Jumlah UMKM terdaftar: sekitar 12.000
- Pertumbuhan omzet: 25%
- Pertumbuhan aset usaha: 10,9%
- Tingkat pengangguran terbuka: 7%
- Nilai kredit UMKM: Rp5 juta hingga Rp1,5 miliar
“Yang diperlukan sekarang adalah kekuatan dari sektor UMKM, di mana usaha mikro, kecil, dan menengah harus mampu tumbuh dan menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya,” tutupnya.
Dengan berbagai inisiatif yang dilakukan, Pemkot Bandung menunjukkan komitmen yang kuat dalam meningkatkan akses kredit UMKM. Melalui kerjasama dengan Bank BJB dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, diharapkan pelaku UMKM di Bandung dapat berkembang dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian lokal.
➡️ Baca Juga: Warga Kreasikan Zebra Cross Berdesain Pac-Man untuk Tingkatkan Keamanan Jalan
➡️ Baca Juga: DLH Bandung Siapkan Ratusan Petugas Antisipasi Kenaikan Sampah 40 Persen saat Lebaran




