Mengenal Lebih Dekat: Peringatan Hari Perempuan Internasional, Tema dan Sejarahnya

Seiring dengan mendekatnya bulan Maret, pertanyaan tentang kapan Hari Perempuan Internasional dirayakan sering kali menjadi topik hangat. Organisasi dan komunitas di berbagai belahan dunia mulai merencanakan berbagai acara untuk menghormati prestasi perempuan. Dikenal juga sebagai International Women’s Day (IWD), perayaan ini jatuh pada tanggal 8 Maret setiap tahunnya. Lebih dari sekadar upacara formal, peringatan ini merupakan momentum global untuk menghargai pencapaian perempuan dalam berbagai bidang, mulai dari sosial, ekonomi, budaya, hingga politik. Ini juga menjadi ajakan konkret untuk mempercepat realisasi kesetaraan gender. Sudah lebih dari seabad IWD dirayakan dan terus berkembang sebagai gerakan inklusif yang melibatkan semua orang, tanpa memandang batas negara atau organisasi. Namun, sebelum kita melanjutkan, mari kita mengenal lebih dekat sejarah perjuangan yang mengiringi lahirnya Hari Perempuan Internasional.
Sejarah Hari Perempuan Internasional
Menurut situs resmi International Women’s Day, tanggal 8 Maret telah dipilih sebagai tanggal tetap untuk merayakan IWD setiap tahunnya. Tanggal ini tidak berubah dari tahun ke tahun dan telah menjadi bagian dari kalender global. Penetapan tanggal tersebut berasal dari serangkaian diskusi intensif yang dilakukan oleh para aktivis perempuan di seluruh dunia. Hari Perempuan pertama kali dirayakan oleh perempuan Rusia pada 23 Februari 1913, berdasarkan kalender Julian. Namun, jika dikonversi ke kalender Gregorian yang umum digunakan di dunia, tanggal tersebut jatuh pada 8 Maret. Sejak saat itu, tanggal tersebut dipilih sebagai peringatan tetap Hari Perempuan Internasional.
Setiap tahunnya, pada tanggal 8 Maret, berbagai negara merayakan dengan mengadakan berbagai aksi, konferensi, dan berbagai kegiatan lainnya untuk menghargai pencapaian perempuan dan mempromosikan kesetaraan gender di seluruh dunia. Peringatan IWD telah dimulai sejak awal abad ke-20, di tengah era industrialisasi yang ditandai oleh pertumbuhan penduduk yang pesat dan munculnya berbagai ideologi baru. Ketidakadilan dan penindasan yang dialami perempuan pada masa itu mendorong mereka untuk semakin berani menuntut hak-hak mereka.
Perjuangan Perempuan dalam Sejarah
Pada tahun 1908, sekitar 15.000 perempuan turun ke jalan di New York City meminta jam kerja yang lebih pendek, gaji yang lebih baik, dan hak untuk memilih. Tahun berikutnya, pada 1909, Partai Sosialis Amerika menetapkan peringatan Hari Perempuan Nasional pertama yang dirayakan pada 28 Februari di seluruh Amerika Serikat. Gagasan untuk menjadikannya peringatan internasional kemudian muncul pada tahun 1910, saat Konferensi Internasional Perempuan Pekerja ke-2 digelar di Kopenhagen.
Seorang tokoh dari Jerman bernama Clara Zetkin mengusulkan agar setiap negara merayakan hari khusus perempuan pada tanggal yang sama tiap tahunnya. Usulan ini disetujui oleh lebih dari 100 perempuan dari 17 negara, dan dari sinilah IWD resmi lahir sebagai peringatan global. IWD pertama kali dirayakan secara resmi pada 19 Maret 1911 di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss, dan dihadiri oleh lebih dari satu juta orang.
➡️ Baca Juga: Sony Dikabarkan Hentikan Rencana Migrasi Game PlayStation ke PC
➡️ Baca Juga: Timnas U17 Indonesia Bersaing dengan Malaysia dan Vietnam di Piala AFF: Analisis Kompetisi dan Prediksi Hasil
