NEW YORK – Kelangkaan bahan bakar di Kuba memicu krisis kemanusiaan dengan sistem kesehatan negara pulau tersebut sudah mendekati titik kritis, kata seorang juru bicara (jubir) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (10/3).
“Kami tetap sangat prihatin dengan memburuknya situasi yang dipicu oleh ketidakmampuan untuk mengimpor bahan bakar,” kata Stephane Dujarric, jubir utama Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. “Hal ini telah memicu krisis energi,” sambungnya.
Badan dunia tersebut sedang berkoordinasi dengan negara-negara anggota, termasuk Amerika Serikat (AS), agar bantuan dapat disalurkan tanpa hambatan, kata Dujarric dalam sebuah pengarahan.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan fasilitas rumah sakit kerap mengalami pemadaman listrik, kekurangan stok obat-obatan penting, ketidakmampuan mengoperasikan peralatan krusial, serta menghadapi gangguan serius dalam perawatan onkologi, dialisis, layanan gawat darurat, perawatan ibu dan bayi, sistem rantai dingin, serta perawatan kronis dan nondarurat.
Kantor tersebut mengatakan sekitar 16.000 pasien kanker membutuhkan radioterapi, dan lebih dari 12.000 pasien yang bergantung pada kemoterapi tidak dapat memperoleh perawatan yang dibutuhkan akibat pemadaman listrik dan kekurangan sumber daya. Ambulans juga mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar, menyebabkan tertundanya perawatan darurat.
Dikatakan OCHA, hampir 1 juta orang bergantung pada air yang diantarkan oleh truk-truk tangki air, yang membutuhkan bahan bakar. Lebih dari 80 persen infrastruktur pemompaan air bergantung pada listrik, yang mengakibatkan gangguan layanan secara luas dan berkepanjangan.
“Rantai pasokan makanan, mulai dari produksi hingga penyimpanan dan distribusi, semakin terdampak, dengan sistem rantai dingin mengalami gangguan, rute transportasi semakin terhambat, dan penurunan ketersediaan bahan pangan pokok di seluruh negeri,” kata kantor tersebut.
Menurut OCHA, para mitra kemanusiaannya terus berupaya membantu, tetapi kelangkaan bahan bakar membatasi pengoperasian truk makanan dan air, dengan puluhan kontainer berisi bantuan masih menunggu di pelabuhan.
Pemerintah AS bulan lalu mengumumkan bahwa pihaknya mengizinkan sejumlah pasokan minyak masuk ke Kuba, tetapi minyak itu hanya bisa dijual ke sektor swasta, bukan pemerintah. Sebelumnya, Washington melarang masuknya minyak dari Venezuela ke Kuba. Ant/Xinhua
➡️ Baca Juga: Putri Kusuma Wardani Identifikasi Kekurangan Usai Kalah dari An Se-young di Perempat Final All England 2026
➡️ Baca Juga: Gubernur Mirza Apresiasi Pemaparan Progres Pembangunan di Kabupaten Lampung Barat