Korlantas Polri: Lonjakan Kendaraan Picu Kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk

Jakarta – Korlantas Polri, melalui pernyataan Irjen Pol. Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa saat ini terjadi lonjakan antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk. Situasi ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah kendaraan yang ingin menyeberang menuju Bali, terutama menjelang periode Lebaran.

Kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk: Apa yang Terjadi?

Kepala Korlantas Polri menjelaskan bahwa kepadatan yang terjadi di kawasan penyeberangan Gilimanuk belum mencapai level kemacetan. “Memang ada kepadatan, tetapi belum bisa dikategorikan sebagai macet. Hal ini mungkin disebabkan oleh pembatasan waktu antara Lebaran dan Nyepi,” tuturnya saat berada di Command Center KM 29, Bekasi, pada Minggu, 15 Maret.

Agus menegaskan bahwa meski ada antrean, kendaraan masih dapat bergerak menuju pelabuhan. Ia menjelaskan perbedaan antara antrean dan kemacetan, “Antrean berarti kendaraan menunggu untuk menyeberang, sedangkan macet artinya kendaraan terhenti dalam perjalanan.”

Penyebab Lonjakan Kendaraan

Salah satu faktor utama yang menyebabkan kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk adalah banyaknya masyarakat yang memilih untuk menyeberang lebih awal sebelum Lebaran. Dalam beberapa hari terakhir, banyak pemudik yang memanfaatkan jalur penyeberangan Ketapang menuju Gilimanuk.

Langkah-langkah Mitigasi dari Kementerian Perhubungan

Kementerian Perhubungan telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk menangani situasi ini. Agus menjelaskan, “Kami telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menambah jumlah kapal guna mengantisipasi lonjakan ini, serta mempercepat proses penyeberangan.”

Pihak Korlantas Polri juga bekerja sama dengan instansi lain untuk memantau lalu lintas di jalur menuju pelabuhan. Tujuannya adalah untuk memastikan arus kendaraan tetap lancar meskipun antrean panjang terjadi.

Monitoring dan Evaluasi Lalu Lintas

Agus menambahkan, “Hingga saat ini, alhamdulillah belum ada kemacetan yang signifikan. Namun, kepadatan dan antrean yang panjang memang terlihat.” Hal ini menunjukkan pentingnya pengawasan yang terus-menerus terhadap kondisi lalu lintas di sekitar Pelabuhan Gilimanuk.

Optimalisasi Layanan Penyeberangan oleh ASDP

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, mengungkapkan bahwa layanan penyeberangan terus dioptimalkan. “Kami telah menambah jumlah kapal yang beroperasi di lintasan Ketapang-Gilimanuk,” ujarnya.

ASDP kini mengoperasikan sebanyak 35 kapal secara nonstop selama 24 jam untuk melayani kendaraan dan penumpang. Windy juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dialami oleh para pengguna jasa.

Peningkatan Kapasitas dan Efisiensi Penyeberangan

Penambahan kapal bertujuan untuk meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan. Windy menambahkan, “Selain penambahan armada, enam kapal juga menerapkan pola operasional TBB (Tiba, Bongkar, Berangkat) yang memungkinkan kapal segera kembali berlayar tanpa memuat kendaraan.”

Pelayanan yang Optimal di Dermaga

Windy menjelaskan bahwa ASDP juga mengoptimalkan operasional dermaga di kedua pelabuhan untuk mendukung kelancaran penyeberangan. “Total terdapat 17 dermaga aktif di lintasan Ketapang dan Gilimanuk,” imbuhnya.

Koordinasi yang intensif antara berbagai pihak terus dilakukan untuk memastikan bahwa antrean kendaraan dapat dikelola dengan baik. “Kami berharap pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan optimal,” tutup Windy.

➡️ Baca Juga: Harga BBM di SPBU Masih Stabil di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

➡️ Baca Juga: Optimalkan Keselamatan di Jalan Layang MBZ Melalui Pembatasan Kendaraan Golongan I

Exit mobile version