Korlantas Awasi Peningkatan Arus Lalu Lintas Pemudik Usai Buka Puasa Sore Ini

Arus lalu lintas pemudik menjelang Lebaran selalu menjadi perhatian utama, terutama saat bulan puasa. Menyadari potensi lonjakan volume kendaraan usai berbuka puasa, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah memperkuat pengawasan di berbagai titik strategis. Dengan adanya Operasi Ketupat 2026, pihak kepolisian berkomitmen untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas guna memastikan keselamatan pemudik.

Pengawasan Ketat Selama Operasi Ketupat

Korlantas Polri mengambil langkah-langkah proaktif untuk mengantisipasi peningkatan arus lalu lintas pemudik, terutama pada hari ketiga Operasi Ketupat 2026 yang jatuh pada Minggu (15/3). Pengawasan yang ketat ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kemacetan dan kecelakaan di jalan raya.

Strategi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas

Pihak kepolisian telah menyiapkan beberapa skenario manajemen lalu lintas yang mencakup penerapan contraflow dan sistem one way. Ini dilakukan untuk merespons potensi lonjakan jumlah kendaraan setelah waktu berbuka puasa. Korlantas berkomitmen untuk menerapkan langkah-langkah tersebut secara tepat waktu berdasarkan kondisi di lapangan.

Monitoring dan Evaluasi Arus Lalu Lintas

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Pol. Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa mereka siap untuk menghadapi kemungkinan terjadinya peningkatan arus lalu lintas. “Kami memantau dengan seksama, terutama setelah waktu berbuka puasa,” ujarnya saat berada di Command Center KM 29, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Data Traffic Counting sebagai Dasar Keputusan

Dalam pengambilan keputusan terkait penerapan contraflow dan one way, Korlantas sangat bergantung pada data traffic counting yang diperoleh dari berbagai sumber. Mereka melakukan monitoring secara real-time dengan memanfaatkan teknologi seperti CCTV dan radar, serta menggunakan drone ETLE untuk memantau situasi di jalan tol.

Kriteria Penerapan Contraflow

Irjen Pol. Agus Suryonugroho juga menjelaskan kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah akan diterapkan contraflow. Data dari radar di tol KM 47 menjadi acuan utama dalam keputusan tersebut. Apabila dalam satu jam jumlah kendaraan mencapai 5.500 unit, maka pihaknya akan segera melaporkan kepada pimpinan untuk menerapkan contraflow di lajur satu.

Reaksi Terhadap Lonjakan Kendaraan

Selanjutnya, jika dalam jam berikutnya jumlah kendaraan meningkat menjadi 6.400 unit, maka contraflow akan diterapkan di lajur dua. Ini menunjukkan bahwa Korlantas selalu siap beradaptasi dengan situasi yang berkembang.

Pemantauan dan Pelaporan Situasi Lalu Lintas

Korlantas tidak hanya mengandalkan data dari radar, tetapi juga memanfaatkan drone ETLE untuk memberikan gambaran lebih akurat tentang kondisi jalan tol, khususnya dari KM 47 hingga KM 70. Apabila terjadi kepadatan yang signifikan, informasi tersebut akan segera dilaporkan kepada pimpinan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Penerapan One Way

Jika kondisi lalu lintas menunjukkan perlambatan yang signifikan, Korlantas akan memberlakukan sistem one way pada segmen tertentu. “One way nasional akan diterapkan dari KM 70 hingga KM 414 di Jawa Tengah,” jelasnya. Setelah KM 414, akan ada kebijakan one way lokal yang ditentukan oleh Kapolda atau Dirlantas setempat.

Kesimpulan Implementasi Kebijakan Lalu Lintas

Dalam menghadapi peningkatan arus lalu lintas pemudik, Korlantas Polri menunjukkan komitmen yang tinggi dalam menjaga keselamatan di jalan raya. Dengan memanfaatkan teknologi modern dan strategi yang terencana, mereka berusaha untuk mengantisipasi dan mengelola potensi kemacetan secara efektif. Upaya ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik yang menggunakan jalur darat dalam perjalanan pulang ke kampung halaman.

➡️ Baca Juga: Strategi Self-Care Efektif untuk Tetap Berenergi Selama Berpuasa

➡️ Baca Juga: Curhat, Rachel Bahas Komunikasi Buruk dengan Okin

Exit mobile version