Kemenkes Temukan 1 dari 8 Peserta CKG Mengalami Gangguan Penglihatan

Jakarta – Dalam sebuah laporan terbaru, terungkap bahwa sekitar 2,95 juta dari total 23,35 juta peserta program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijadwalkan pada tahun 2025-2026 telah teridentifikasi mengalami gangguan penglihatan. Temuan ini menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan mata secara rutin untuk mencegah risiko gangguan penglihatan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Mata
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit di Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengungkapkan bahwa gangguan penglihatan memiliki dampak yang luas, tidak hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga pada pendidikan, pekerjaan, dan kesejahteraan mental masyarakat. Gangguan ini dapat memengaruhi produktivitas individu serta keselamatan publik.
“Investasi dalam kesehatan mata memiliki manfaat yang jauh lebih luas, mencakup pendidikan, ketenagakerjaan, dan kesehatan mental, serta keselamatan masyarakat,” jelasnya. “Kesehatan mata berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan dan berkelanjutan.”
Kontribusi Penglihatan Optimal Terhadap Kehidupan Sehari-hari
Andi menekankan bahwa penglihatan yang baik sangat penting bagi anak-anak dalam menyerap materi pelajaran secara efektif, serta bagi orang dewasa dalam menjalankan aktivitas kerja mereka. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanganan gangguan mata harus menjadi fokus bersama.
“Memelihara kesehatan mata adalah investasi krusial untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tambahnya. “Dengan menjaga penglihatan, kita dapat mendukung produktivitas masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan secara berkesinambungan.”
Skrining dan Deteksi Dini Gangguan Penglihatan
Andi menekankan pentingnya skrining sebagai langkah awal dalam mendeteksi gangguan penglihatan agar penanganan dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Tindakan ini diikuti dengan edukasi, koreksi penglihatan, dan, jika diperlukan, rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Kementerian Kesehatan telah mengintegrasikan skrining mata dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk memperluas upaya deteksi dini gangguan penglihatan. Hasil pemeriksaan pada tahun 2025-2026 menunjukkan bahwa satu dari delapan peserta mengalami masalah penglihatan sebagian tanpa menyadari kondisi tersebut.
Pencegahan Melalui Kesadaran Masyarakat
“Gangguan penglihatan dapat dialami oleh siapa saja, namun banyak kasus yang sebenarnya bisa dicegah melalui pemeriksaan mata secara berkala,” kata Andi. “Kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mata, sehingga gangguan penglihatan dapat ditangani sedini mungkin.”
Masyarakat juga diimbau untuk tidak menunggu hingga munculnya keluhan sebelum memeriksakan kesehatan mata mereka. Kebiasaan menjaga kesehatan mata sebaiknya dibangun sejak dini, baik di lingkungan keluarga maupun melalui pemeriksaan rutin.
Momentum Hari Penglihatan Sedunia 2026
Andi mengajak semua pihak untuk menjadikan Hari Penglihatan Sedunia yang akan datang pada tahun 2026 sebagai momentum untuk membangun budaya menjaga kesehatan mata. “Jangan tunggu hingga masalah pada mata muncul; kenali, lakukan skrining, periksa, dan tindak lanjuti sedini mungkin,” tegasnya.
Dengan meningkatkan kesadaran akan kesehatan mata, diharapkan masyarakat dapat mengambil langkah proaktif dalam menjaga penglihatan mereka. Langkah-langkah preventif ini bukan hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga untuk masyarakat secara keseluruhan.
Manfaat Rutin Memeriksa Kesehatan Mata
Melakukan pemeriksaan mata secara rutin memiliki berbagai manfaat, antara lain:
- Deteksi dini terhadap gangguan penglihatan.
- Pengelolaan masalah kesehatan mata sebelum menjadi parah.
- Peningkatan kualitas hidup melalui penglihatan yang lebih baik.
- Peningkatan produktivitas di tempat kerja dan pendidikan.
- Peningkatan kesehatan mental dengan mengurangi stres akibat masalah penglihatan.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya kesehatan mata, diharapkan setiap individu dapat berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif. Gangguan penglihatan bukan hanya masalah individu, tetapi juga merupakan tantangan bagi kesehatan masyarakat yang lebih luas. Mari bersama-sama menjaga kesehatan mata demi masa depan yang lebih baik.
➡️ Baca Juga: Instagram Menguji Fitur Langganan Instagram Plus, Ketahui Perbedaannya Di Sini
➡️ Baca Juga: BKKBN Ungkap 5 Inisiatif Strategis Didukung Penuh Sekdaprov Marindo Kurniawan




