Jalan Raya Bandung-Garut Menuju Cileunyi Dipadati Wisatawan Lokal Saat Arus Balik

Volume kendaraan di Jalan Raya Bandung-Garut menuju Cileunyi menunjukkan peningkatan signifikan, dipicu oleh arus balik Lebaran 2026 serta tingginya minat para wisatawan lokal untuk berlibur. Kondisi ini menciptakan suasana yang ramai di sepanjang jalur tersebut, yang merupakan salah satu rute utama bagi para pelancong.

Situasi Lalu Lintas di Jalan Raya Bandung-Garut

Seorang pengemudi mobil, Agung Taruna (38), berbagi pengalamannya saat terjebak dalam kemacetan ketika ia melakukan perjalanan dari Garut menuju Bandung untuk berlibur bersama keluarganya. Pengalaman ini mencerminkan situasi arus lalu lintas yang cukup padat di area tersebut.

“Walaupun ada kemacetan, saya tidak sampai terjebak lama. Hanya padat merayap, dan itu juga tidak berlangsung terlalu lama,” ujarnya saat berbincang, Senin (23/3) malam.

Pria bertubuh kekar ini menjelaskan bahwa perjalanan dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Dalam suasana santai, mereka melakukan perjalanan dengan banyak berhenti untuk menikmati momen bersama keluarga.

“Tujuan perjalanan kami adalah Lembang. Kebetulan ada saudara di sana, jadi sekalian silaturahmi dan halal bihalal sambil berlibur,” tambah Agung.

Pantauan Lalu Lintas

Pantauan terbaru menunjukkan bahwa Jalan Raya Bandung-Garut menuju Cileunyi telah dipadati kendaraan. Antrean panjang kendaraan roda empat mulai terlihat dari area Simpang Susun Cileunyi, memperlihatkan lonjakan arus lalu lintas yang cukup signifikan.

Kemacetan tercatat sepanjang sekitar satu kilometer, menjalar hingga wilayah Rancaekek. Kondisi ini tidak hanya menunjukkan tingginya volume kendaraan, tetapi juga menggambarkan antusiasme masyarakat untuk melakukan perjalanan di momen Lebaran ini.

Data Arus Balik Lebaran 2026

Menurut data yang diperoleh dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, arus balik Lebaran 2026 mencatatkan angka mencapai 94.657 kendaraan. Angka ini menjadi bukti nyata dari tingginya mobilitas masyarakat saat periode libur.

Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo, menyatakan bahwa angka tersebut diambil dari laporan volume lalu lintas hingga 23 Maret 2026 pukul 12.00 WIB. Ia menekankan bahwa jumlah kendaraan yang melintas mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Pada H+1 Lebaran 2026, tercatat sebanyak 94.657 kendaraan melintas, baik menuju Bandung maupun Garut/Tasikmalaya,” jelas Eric. Meskipun jumlah kendaraan relatif sebanding dengan tahun lalu, ada pergeseran arus yang cukup mencolok dalam perjalanan kali ini.

Analisis Pergerakan Kendaraan

Eric menjabarkan lebih lanjut, bahwa kendaraan yang bergerak menuju Bandung mencapai 47.140 unit, menunjukkan peningkatan yang tajam sebesar 43,51 persen dibandingkan tahun lalu. Di sisi lain, arus kendaraan yang menuju Garut/Tasikmalaya tercatat sebanyak 47.542 unit, mengalami penurunan sebesar 23,08 persen.

“Lonjakan arus balik mulai terlihat sejak H+2 Lebaran, yang menjadi puncak pergerakan kendaraan,” ungkapnya. Dalam periode itu, total jumlah kendaraan yang melintas mencapai 212.662 unit, dengan dominasi kendaraan menuju Bandung sebanyak 103.427 unit.

Kesimpulan

Dengan meningkatnya volume kendaraan di Jalan Raya Bandung-Garut, terlihat jelas bahwa masyarakat sangat antusias dalam memanfaatkan momen liburan Lebaran. Hal ini menciptakan tantangan tersendiri dalam manajemen lalu lintas, namun juga menunjukkan semangat berlibur yang tinggi di kalangan masyarakat. Ketersediaan data dari Dishub Kabupaten Bandung menjadi penting untuk memahami pola pergerakan kendaraan di masa-masa liburan mendatang.

➡️ Baca Juga: Volume Kendaraan di Tol Layang MBZ Meningkat 101 Persen Menjelang Lebaran 2026

➡️ Baca Juga: Harga Pangan Terbaru Jelang Lebaran: Persiapkan Masak Opor dan Rendang Anda

Exit mobile version