IHSG Naik di Pembukaan Pasar, Investor Awasi Sentimen Global

Dalam perdagangan hari Rabu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pada pembukaan pasar, IHSG mengalami kenaikan sebesar 43,86 poin atau 0,59 persen, mencapai posisi 7.484,77. Indeks ini menguat seiring dengan perbaikan sentimen pasar global dan lokal.
IHSG dan Indeks Lainnya
Indeks LQ45, yang merupakan kumpulan saham-saham unggulan, juga menunjukkan pergerakan positif. Indeks ini menguat 3,81 poin atau 0,50 persen, berada di level 763,75. Sementara itu, pergerakan pasar saham global menunjukkan variasi yang cukup beragam.
Di Wall Street, indeks Dow Jones Industrial Average tercatat mengalami penurunan sebesar 0,072 persen, berada di level 47.706,51. Sementara itu, S&P 500 juga mengalami penurunan, turun 0,21 persen ke posisi 6.781,48. Namun, indeks Nasdaq berhasil mencatatkan kenaikan tipis 0,0051 persen, berada di level 22.697,10.
Dinamika Pasar Global dan Domestik
Pasar saham Asia, termasuk Indonesia, memperhatikan dinamika dan sentimen dari bursa global ini. Pada sesi perdagangan sebelumnya, Selasa, 10 Maret 2026, IHSG ditutup menguat ke level 7.440,9 atau naik 1,41 persen. Penguatan ini dipicu oleh technical rebound setelah sebelumnya mengalami penurunan cukup drastis.
Dorongan positif juga datang dari membaiknya sentimen global dan beberapa faktor lainnya. Misalnya, penurunan harga minyak di pasar dunia, penguatan di beberapa bursa global, dan pernyataan dari Presiden AS Donald Trump yang berpotensi meredakan konflik AS-Israel dengan Iran.
Pendorong Penguatan IHSG
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari peningkatan penjualan ritel yang mencapai 5,7 persen secara tahunan (YoY) pada Januari 2026. Angka ini naik jika dibandingkan dengan Desember 2025 yang tercatat 3,5 persen YoY.
Menurut analis BRI Danareksa Sekuritas, “Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji resistance 7.500. Jika berhasil ditembus, penguatan dapat berlanjut menuju 7.580–7.700”. Meski begitu, analis juga menjelaskan bahwa pelaku pasar akan tetap waspada terhadap beberapa sentimen global yang berpotensi mempengaruhi dinamika pasar.
Sentimen Global yang Diperhatikan
Salah satu perkembangan global yang menjadi perhatian adalah konflik di Timur Tengah. Selain itu, investor juga menunggu rilis data inflasi AS untuk bulan Februari 2026, yang diperkirakan sebesar 2,4 persen YoY dengan core CPI 2,5 persen YoY. Data ini dianggap sebagai indikator penting dalam menentukan arah kebijakan The Fed.
Rekomendasi Saham
- PT Indika Energy Tbk (INDY)
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)
- PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)
Demikian berita terkini seputar IHSG dan dinamika pasar saham. Tetap update dengan berita-berita terbaru lainnya.
➡️ Baca Juga: Tips Cek Sistem Rem Mobil Sebelum Mudik, Begini Rekomendasi Suzuki
➡️ Baca Juga: Mendagri Tetapkan Larangan Kepala Daerah Bepergian ke Luar Negeri saat Libur Idul Fitri 2026




