Perbaikan infrastruktur jalan di Indonesia sering kali menjadi perhatian utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, baru-baru ini mengumumkan langkah cepat dalam revitalisasi jalan Padang Cermin–Teluk Kiluan. Melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah, proyek ini bertujuan untuk meningkatkan akses menuju destinasi wisata yang menjanjikan serta mendukung perkembangan ekonomi masyarakat setempat.
Revitalisasi Jalan Padang Cermin–Teluk Kiluan: Langkah Strategis untuk Pariwisata
Pada Rabu, 15 April 2026, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, melakukan tinjauan langsung terhadap proyek perbaikan jalan tersebut. Kegiatan ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkuat akses menuju destinasi wisata unggulan, terutama dengan mengutamakan pembangunan infrastruktur jalan yang terintegrasi.
Jalan Padang Cermin–Teluk Kiluan merupakan bagian integral dari strategi untuk membuka akses ke kawasan wisata unggulan. Teluk Kiluan sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari yang memiliki panorama pantai yang memukau dan merupakan habitat bagi lumba-lumba hidung botol yang telah menarik perhatian wisatawan.
Peran Pemerintah Pusat dalam Pembangunan Infrastruktur
Gubernur Mirza menekankan bahwa proyek pembangunan jalan ini tidak dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Ini menunjukkan perhatian besar pemerintah pusat terhadap perbaikan infrastruktur jalan di Lampung. “Kami ingin memastikan akses ini benar-benar terbuka dan layak,” ungkapnya.
Program ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025, yang berfokus pada percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah. Program ini dijalankan melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dengan dukungan dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Lampung.
Detail Proyek Revitalisasi
Dalam paket Inpres Jalan Daerah tahap III (MYC 2025–2026), jalan Padang Cermin–Teluk Kiluan menjadi salah satu prioritas utama dengan nilai kontrak mencapai Rp48,2 miliar. Penanganan proyek ini mencakup enam segmen yang tersebar di tiga kecamatan: Padang Cermin, Marga Punduh, dan Punduh Pidada. Total panjang ruas fungsional yang ditangani mencapai 31 kilometer, dengan penanganan efektif sekitar 7,2 kilometer.
Pekerjaan yang dilakukan meliputi pemeliharaan rutin, peningkatan struktur jalan menggunakan rigid pavement, serta perbaikan titik-titik kerusakan yang selama ini mengganggu mobilitas masyarakat. Dengan pembangunan ini, diharapkan tingkat kemantapan jalan yang sebelumnya tercatat 83,80 persen dapat meningkat menjadi 96,85 persen, sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan lebih bagi pengguna jalan.
Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur juga menyoroti pentingnya konektivitas antarwilayah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di kawasan pesisir. “Kami menyadari bahwa jalur dari Pesawaran hingga Tanggamus belum terhubung secara optimal. Ini adalah hal yang terus kami dorong,” lanjutnya. Harapannya, jalur ini dapat terhubung sepenuhnya, sehingga potensi pariwisata dan ekonomi masyarakat dapat berkembang lebih cepat.
Mirza menambahkan bahwa kawasan tersebut memiliki potensi yang sangat besar, yang selama ini belum sepenuhnya tergarap akibat keterbatasan akses. “Ini adalah jalur pariwisata yang sangat potensial. Jika akses sudah baik, pergerakan orang dan barang akan meningkat, dan ini akan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Target Penyelesaian Proyek
Pembangunan ruas jalan ini ditargetkan selesai pada 17 Agustus 2026. Diharapkan, proyek ini menjadi pengungkit utama dalam pengembangan pariwisata terpadu di wilayah pesisir Kabupaten Pesawaran. Masyarakat setempat pun menyambut positif inisiatif ini, menganggap perbaikan jalan sebagai harapan yang telah lama ditunggu-tunggu. Kondisi jalan yang sebelumnya rusak parah kerap mengganggu aktivitas sehari-hari mereka.
Respon Masyarakat Terhadap Pembangunan
Nur, seorang guru SMP di Desa Kampung Baru, Kecamatan Marga Punduh, mengungkapkan bahwa kondisi jalan sebelum perbaikan sangat memprihatinkan. Ia bahkan menambahkan bahwa jalan tersebut pernah menjadi sorotan di media sosial akibat kerusakannya. “Dulu jalannya parah sekali, sampai ada yang mengedit menggunakan AI seolah-olah jalan ini seperti kubangan sawah, ditanami pohon, bahkan ada ikan. Banyak anak sekolah yang jatuh saat berkendara karena jalannya licin dan berlubang,” ujarnya.
Ia menyampaikan rasa syukur atas perbaikan jalan tersebut dan berharap akses transportasi ke depan menjadi lebih aman dan nyaman. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Muhammad Hasyim, salah satu warga setempat. Ia percaya bahwa pembangunan jalan ini akan berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat. “Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur. Mudah-mudahan pembangunannya lancar sampai selesai. Jika jalannya bagus, hasil bumi kami bisa lebih mudah dijual ke Bandar Lampung, biaya transportasi juga bisa lebih murah, dan wisata di sini juga akan semakin ramai,” ujarnya.
Persepsi Terhadap Perhatian Pemerintah
Hasyim juga menambahkan bahwa sebelumnya masyarakat merasa kecewa karena pembangunan jalan di wilayah lain sudah dilakukan, sementara ruas di daerah mereka belum tersentuh. “Kami merasa tertinggal. Di Pedada sudah dibangun, di Padang Cermin juga, tapi di sini belum. Alhamdulillah, sekarang di masa kepemimpinan Pak Gubernur Mirza, jalan ini akhirnya dibangun juga,” ungkapnya.
Menurut Hasyim, perbaikan infrastruktur ini bukan hanya sekadar peningkatan kualitas jalan, tetapi juga menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat di wilayah tersebut. Dengan adanya pembangunan ini, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa penguatan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada konektivitas, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka potensi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Warga Kreasikan Zebra Cross Berdesain Pac-Man untuk Tingkatkan Keamanan Jalan
➡️ Baca Juga: DLH Jakarta Terapkan Aturan Pilah Sampah untuk Kafe dan Restoran, Siap Dikenakan Sanksi?
