
Lebaran biasanya disambut dengan sukacita oleh masyarakat Indonesia. Namun, di balik kegembiraan tersebut, ada persoalan besar yang sering kali luput dari perhatian, yaitu peningkatan volume sampah. Di Kota Bandung, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi menghadapi lonjakan sampah yang diperkirakan mencapai 40 persen selama periode Ramadan hingga Idulfitri.
Antisipasi DLH Bandung Menghadapi Kenaikan Sampah
Kota Bandung, yang biasanya menghasilkan sekitar 1.500 ton sampah per hari, diprediksi akan mengalami peningkatan produksi sampah hingga 600 ton per hari selama perayaan Ramadan hingga Lebaran. Hal ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga dan persiapan Lebaran.
Menurut Kepala DLH Kota Bandung, Darto, sejumlah faktor menjadi pemicu lonjakan tersebut. Di antaranya adalah tingginya konsumsi masyarakat, terutama aktivitas memasak dan belanja keperluan Lebaran, serta penggunaan kemasan sekali pakai yang cenderung meningkat selama bulan suci hingga hari raya.
Strategi DLH Mengantisipasi Peningkatan Volume Sampah
DLH Kota Bandung telah merancang sejumlah strategi untuk mengantisipasi penumpukan sampah selama Lebaran. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memastikan kondisi Tempat Penampungan Sementara (TPS) kosong pada malam takbiran. Seluruh armada pengangkut sampah akan dioperasikan secara maksimal untuk mencegah penumpukan sampah selama masa libur.
Darto menegaskan, “Pada malam takbiran, TPS harus sudah bersih. Kami akan menurunkan semua armada kami untuk memastikan tidak ada sampah yang tertinggal atau menumpuk selama masa libur.”
Peningkatan Personel Kebersihan
DLH juga telah menyiapkan sebanyak 571 personel kebersihan yang akan bertugas selama periode Ramadan hingga Lebaran. Tugas utama mereka adalah penyapuan jalan, pengangkutan sampah, serta pembersihan di sejumlah titik prioritas yang diprediksi akan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat.
Beberapa lokasi yang menjadi fokus perhatian dalam operasi kebersihan ini termasuk ruas jalan utama, kawasan pusat keramaian, serta lokasi yang menjadi titik perayaan malam takbiran.
Prioritas pada Malam Takbiran
Malam takbiran menjadi salah satu momen yang membutuhkan perhatian ekstra karena aktivitas masyarakat biasanya berlangsung hingga larut malam. Oleh karena itu, DLH akan mengerahkan kekuatan penuh agar kebersihan kota tetap terjaga.
Menurut Darto, “Malam takbiran merupakan salah satu momen krusial yang membutuhkan penanganan khusus. Oleh karena itu, kami akan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk memastikan kebersihan kota tetap terjaga.”
- DLH Kota Bandung telah mempersiapkan sejumlah strategi dan personel untuk mengantisipasi lonjakan sampah selama Ramadan hingga Lebaran.
- Kenaikan volume sampah diperkirakan mencapai 40 persen dari kondisi normal.
- Penyebab peningkatan produksi sampah antara lain meningkatnya aktivitas memasak, belanja kebutuhan Lebaran, dan penggunaan kemasan sekali pakai.
- DLH menyiapkan 571 personel kebersihan yang akan bertugas selama periode tersebut.
- Malam takbiran menjadi fokus perhatian khusus dalam operasi kebersihan ini.
➡️ Baca Juga: Yudha Alhadjid Menekankan Peran Pancasila dalam Menyatukan Keberagaman Anak Bangsa
➡️ Baca Juga: Lengkap: Gladi Bersih TKA 2026 SD-SMP, Temukan Informasinya di Sini!




