Hubungan antara Indonesia dan Malaysia tidak hanya terjalin melalui jalur diplomasi formal, tetapi juga diperkuat oleh ikatan antarmanusia, budaya, dan nilai-nilai spiritual. Gagasan ini muncul dalam sebuah pertemuan antara Wakil Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi, dan Pendiri ESQ Corp serta Universitas Ary Ginanjar, Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian, di Menara 165, Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan pribadi yang telah terjalin selama lebih dari dua dekade. Bagi Prof. Ary, persahabatan dengan Ahmad Zahid merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan erat antara Indonesia dan Malaysia sebagai dua bangsa yang memiliki latar belakang budaya serupa. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang disebutnya sebagai diplomasi spiritual, yang berfungsi untuk membangun jembatan persaudaraan melalui hubungan antarmanusia dan nilai-nilai yang melampaui kepentingan politik sesaat.
Persahabatan Tanpa Batas Jabatan
Ikatan antara Prof. Ary dan Ahmad Zahid telah terjalin sejak Zahid menjabat sebagai Menteri Agama. Keduanya memiliki perhatian yang sama terhadap pembangunan manusia melalui keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Persahabatan ini terus berlanjut meskipun Ahmad Zahid berpindah ke berbagai posisi penting di pemerintahan Malaysia, termasuk sebagai Menteri Pertahanan, Menteri Dalam Negeri, dan saat ini sebagai Wakil Perdana Menteri.
Prof. Ary mengenang kembali masa ketika hubungan Indonesia dan Malaysia menghadapi ketegangan, khususnya terkait isu Ambalat. Dalam situasi tersebut, Ahmad Zahid, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan Malaysia, tetap melaksanakan kunjungan ke Menara 165. Menurut Prof. Ary, pertemuan itu juga mempertemukan sejumlah tokoh pertahanan dari kedua negara dalam suasana dialog yang konstruktif. “Beliau menyebutnya sebagai diplomasi spiritual. Hubungan antara Indonesia dan Malaysia tidak cukup dibangun melalui politik, tetapi juga melalui hubungan kultural dan spiritual,” jelasnya.
Kerja Sama dalam Pembangunan Manusia
Dalam pertemuan tersebut, kedua tokoh ini juga mendiskusikan berbagai peluang kerja sama yang mencakup penguatan hubungan budaya dan spiritual, serta pengembangan sumber daya manusia. Salah satu topik yang dibahas adalah program Technical and Vocational Education and Training (TVET) Malaysia. Dalam konteks ini, terdapat ketertarikan terhadap penerapan TalentDNA Assessment yang telah digunakan dalam Program Sekolah Rakyat di Indonesia.
- Program penguatan hubungan budaya dan spiritual
- Pengembangan sumber daya manusia melalui TVET
- Penerapan TalentDNA Assessment di Indonesia
- Penguatan ekosistem halal regional
- Pembentukan ASEAN Halal Council untuk industri halal global
Selain itu, Prof. Ary juga membahas pentingnya penguatan ekosistem halal di tingkat regional. Salah satu gagasan yang muncul adalah pembentukan ASEAN Halal Council untuk memperkuat posisi Asia Tenggara dalam industri halal global. Prof. Ary menambahkan bahwa ESQ siap berkontribusi melalui pengembangan ESQ Halal Hub sebagai bagian dari ekosistem tersebut.
Pentingnya Nilai Spiritual di Era Modern
Dalam era perkembangan teknologi yang pesat, Prof. Ary menekankan bahwa perhatian terhadap pembangunan manusia harus tetap menjadi fokus utama. Ia percaya bahwa nilai-nilai spiritual harus menjadi fondasi dalam membangun manusia seutuhnya, yang mengintegrasikan kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). “Hari ini, teknologi berkembang dengan sangat cepat. Justru karena itu, nilai spiritual harus menjadi dasar untuk menciptakan individu yang utuh,” tuturnya.
Selain itu, Prof. Ary juga menyoroti jaringan alumni ESQ yang mencapai 2,5 juta orang di Indonesia dan Malaysia. Jaringan ini, menurutnya, dapat berfungsi sebagai jembatan kultural dan spiritual antara kedua negara. “Ketika rakyat Indonesia berkunjung ke Malaysia, mereka disambut oleh alumni ESQ. Begitu pula sebaliknya, ketika rakyat Malaysia datang ke sini, Menara 165 menjadi rumah persaudaraan,” pungkasnya.
Peran Alumni ESQ dalam Diplomasi Spiritual
Keberadaan alumni ESQ di kedua negara tidak hanya menjadi penghubung antara masyarakat, tetapi juga mendukung upaya diplomasi spiritual. Mereka berperan aktif dalam memperkuat ikatan sosial dan budaya, serta mempromosikan nilai-nilai positif yang dapat mendukung kerukunan antarbangsa. Melalui berbagai kegiatan yang melibatkan alumni, diharapkan hubungan antara Indonesia dan Malaysia dapat terus terjaga dan berkembang.
Prof. Ary menambahkan bahwa kegiatan-kegiatan ini akan semakin memperkuat rasa persaudaraan dan saling pengertian di antara masyarakat kedua negara. “Kami percaya bahwa dengan mengedepankan nilai-nilai spiritual, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan saling mendukung,” ujarnya.
Membangun Masa Depan Bersama
Melihat ke depan, baik Prof. Ary maupun Ahmad Zahid sepakat bahwa penting untuk terus mengembangkan hubungan antara Indonesia dan Malaysia di berbagai bidang. Yang terpenting, mereka ingin memastikan bahwa hubungan ini tidak hanya bersifat formal, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat. Dengan mengedepankan diplomasi spiritual, mereka berharap dapat menciptakan ikatan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Prof. Ary menekankan bahwa sinergi antara kedua negara sangat diperlukan dalam menghadapi berbagai tantangan global saat ini. “Kami harus mampu berkolaborasi untuk menciptakan solusi yang menguntungkan bagi kedua negara. Melalui kerjasama ini, kita dapat menghadapi tantangan bersama dan membangun masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Di akhir pertemuan, ada harapan besar bahwa diplomasi spiritual ini akan terus menjadi jembatan yang menghubungkan kedua bangsa. Melalui dialog yang konstruktif dan penguatan hubungan antarmanusia, Indonesia dan Malaysia dapat terus memperkokoh persahabatan yang telah terjalin selama ini. Dengan demikian, diharapkan hubungan ini tidak hanya bermanfaat bagi kedua negara, tetapi juga bagi seluruh kawasan Asia Tenggara.
➡️ Baca Juga: DPD PAN Kota Cirebon Targetkan Pemilih Muda Melalui Strategi Efektif dan Kreatif
➡️ Baca Juga: Capcom dan Japan Rail Cafe Gelar Kolaborasi Monster Hunter Stories di Singapura
