Cacar Air: Apakah Setelah Sembuh Anda Bisa Terkena Lagi?

Selama ini, ada anggapan bahwa setelah seseorang terinfeksi cacar air, mereka tidak akan bisa mengalaminya lagi. Namun, dr. Siti Nadia Tarmizi, Direktur Penyakit Tidak Menular di Kementerian Kesehatan, menjelaskan bahwa individu yang pernah terinfeksi cacar air atau Varicella zoster masih memiliki kemungkinan untuk mengalami cacar api di kemudian hari. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa virus tersebut tidak sepenuhnya hilang dari tubuh dan dapat aktif kembali dalam kondisi tertentu.
Pemahaman Tentang Cacar Air dan Cacar Api
Cacar air, atau varicella, adalah infeksi virus yang umum terjadi, terutama di kalangan anak-anak. Setelah sembuh, virus ini tetap berada di dalam tubuh dalam bentuk laten dan dapat muncul kembali sebagai cacar api, terutama ketika sistem imun seseorang melemah. Beberapa faktor yang dapat memicu reaktivasi virus ini antara lain penyakit komorbid, stres, dan penuaan yang dapat mengurangi daya tahan tubuh.
Hubungan antara Cacar Air dan Cacar Api
Cacar api, yang dikenal juga sebagai herpes zoster, adalah kondisi yang disebabkan oleh reaktivasi virus Varicella zoster. Biasanya, orang yang pernah mengalami cacar air memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami cacar api di kemudian hari. Ini karena virus tetap terpendam di dalam jaringan saraf setelah infeksi awal. Ketika sistem imun melemah, virus ini dapat muncul kembali dengan gejala yang berbeda, seperti ruam yang menyakitkan.
Faktor Risiko Reaktivasi Virus
Reaktivasi virus Varicella zoster menjadi cacar api tidak terjadi pada semua orang yang pernah terkena cacar air. Namun, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan tersebut:
- Usia lanjut
- Penyakit komorbid seperti diabetes melitus dan hipertensi
- Stres yang berkepanjangan
- Sistem imun yang lemah akibat penyakit atau pengobatan tertentu
- Kurangnya vaksinasi atau perlindungan imunologis
Pentingnya Vaksinasi
Dr. Siti Nadia Tarmizi merekomendasikan agar masyarakat, khususnya mereka yang berusia di atas 50 tahun, mendapatkan vaksinasi untuk mencegah cacar api. Statistik menunjukkan bahwa 60 juta orang di Indonesia menderita hipertensi dan 30 juta orang lainnya mengidap diabetes melitus. Kedua kondisi ini dapat meningkatkan risiko terkena cacar api, jadi vaksinasi menjadi langkah pencegahan yang penting.
Menjaga Kesehatan Imunitas
Untuk mencegah reaktivasi virus, menjaga sistem imun tetap kuat adalah kunci. Dr. Ade Meidian Ambari, Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, menjelaskan bahwa sistem imun dapat berfluktuasi, tergantung pada gaya hidup yang dijalani. Oleh karena itu, penerapan gaya hidup sehat sangat dianjurkan.
Langkah-Langkah Meningkatkan Imunitas
Agar sistem imun tetap optimal, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut:
- Olahraga teratur, minimal 150 menit per minggu dengan intensitas sedang
- Mengelola stres melalui teknik relaksasi atau hobi
- Konsumsi makanan sehat yang kaya akan vitamin dan mineral
- Memastikan tidur yang cukup, antara 6-8 jam setiap malam
- Jika perlu, konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter
Pentingnya Manajemen Stres
Stres dapat menjadi pemicu utama penurunan sistem imun. Oleh karena itu, mengelola stres dengan baik merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan. Dr. Ade menyarankan agar kita tidak terlalu memikirkan hal-hal negatif dan lebih fokus pada hal-hal positif dalam hidup. Dengan cara ini, kita dapat membantu tubuh untuk tetap sehat dan kuat.
Makanan Sehat untuk Imunitas yang Kuat
Asupan nutrisi yang baik sangat penting untuk mendukung kesehatan sistem imun. Beberapa jenis makanan yang dianjurkan meliputi:
- Buah-buahan dan sayuran segar
- Protein tanpa lemak seperti ikan dan ayam
- Kacang-kacangan dan biji-bijian
- Produk susu rendah lemak
- Air putih yang cukup untuk menjaga hidrasi
Pentingnya Tidur yang Cukup
Kualitas tidur juga berpengaruh besar terhadap kesehatan secara keseluruhan. Tidur yang cukup membantu pemulihan tubuh dan memperkuat sistem imun. Dr. Ade menekankan bahwa tidur kurang dari 6 jam dapat meningkatkan risiko masalah kardiovaskular, sementara tidur lebih dari 8 jam juga dapat berisiko.
Dalam menjaga kesehatan, penting untuk memperhatikan semua aspek, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, manajemen stres, hingga kualitas tidur. Dengan pendekatan yang komprehensif, Anda dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi risiko terkena cacar api di masa depan.
➡️ Baca Juga: Cek NISN Secara Online untuk Pendaftaran UTBK-SNBT 2026 dengan Praktis dan Cepat
➡️ Baca Juga: Fondasi Ekonomi Digital: Peran Vital 5G Ericsson dalam Mendukung Pertumbuhan AI di Indonesia



