BMKG Memperkirakan El Nino Akan Berlanjut Hingga Awal Tahun 2027

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prediksi bahwa fenomena El Nino akan terus berlanjut hingga awal tahun 2027. Keberadaan El Nino ini menjadi perhatian penting, mengingat dampaknya yang dapat mengurangi curah hujan serta meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Aktivitas El Nino dan Indeks Suhu
Fachry Radjab, Direktur Perubahan Iklim BMKG, menjelaskan bahwa saat ini El Nino masih aktif dengan indeks anomali suhu yang mencapai angka positif 3,7. Angka tersebut menandakan bahwa fenomena ini berada dalam kategori sangat kuat, yang tentunya membawa konsekuensi bagi iklim di Indonesia.
“Kami telah menginformasikan di awal tahun 2026, tepatnya pada bulan Maret, bahwa musim kemarau tahun ini akan bersamaan dengan fenomena El Nino yang sedang berlangsung. Saat ini, El Nino masih aktif dengan indeks suhu positif 3,7, menandakan kekuatannya,” ungkap Fachry dalam konferensi pers yang diadakan bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
Pengaruh Suhu Permukaan Laut
Peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik berperan besar dalam memengaruhi kondisi iklim di Indonesia. Dampak dari fenomena ini terlihat melalui penurunan curah hujan yang dapat memperburuk situasi kekeringan di beberapa wilayah.
Meskipun demikian, Fachry menegaskan bahwa El Nino tidak sepenuhnya menghilangkan siklus musim hujan dan kemarau yang biasa terjadi di Indonesia. Kedua musim tersebut akan tetap terjadi, meskipun pola dan intensitas curah hujannya bisa terpengaruh oleh keberadaan fenomena ini.
Perkiraan Curah Hujan di Indonesia
BMKG memperkirakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan mulai mengalami peningkatan curah hujan yang signifikan pada bulan Desember. Namun, pola musim hujan dapat bervariasi di antara daerah, terutama di kawasan Indonesia bagian timur.
Puncak Musim Hujan
Di wilayah Maluku dan Papua, puncak musim hujan diprediksi akan terjadi sekitar bulan Mei. Sementara itu, sebagian besar wilayah Indonesia lainnya diperkirakan akan mengalami puncak musim hujan antara Desember hingga Februari.
- Puncak musim hujan di Maluku dan Papua: Mei
- Puncak musim hujan di wilayah lain: Desember hingga Februari
- 61,08% daratan Indonesia mengalami kemunduran awal musim hujan
- Puncak musim hujan tetap berlangsung pada Desember, Januari, dan Februari
- Potensi bencana hidrometeorologi perlu diwaspadai
BMKG juga mencatat bahwa sekitar 61,08 persen dari luas daratan Indonesia diprediksi akan mengalami kemunduran awal musim hujan bila dibandingkan dengan kondisi normal. Meskipun demikian, puncak musim hujan diprediksi tetap akan terjadi pada bulan Desember, Januari, dan Februari.
Peringatan akan Bencana Hidrometeorologi
Fachry mengingatkan bahwa meskipun awal musim hujan mundur, puncaknya tetap akan berlangsung. Ini berarti, masyarakat harus waspada terhadap risiko yang mungkin muncul saat puncak musim hujan tiba. “Hal yang perlu kami tekankan adalah, meskipun awal musim hujan mengalami kemunduran, puncak musim hujan tetap akan terjadi pada waktu yang sama,” tambahnya.
Perubahan pola musim ini juga harus menjadi perhatian, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi yang berpotensi merugikan. Bencana yang perlu diantisipasi mencakup:
- Banjir
- Banjir bandang
- Tanah longsor
- Kebakaran hutan dan lahan
- Kekeringan
Dengan adanya informasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana akibat perubahan iklim yang disebabkan oleh fenomena El Nino yang diperkirakan akan berlanjut hingga awal tahun 2027. Kesiapsiagaan dan kesadaran akan kondisi cuaca yang berubah-ubah sangat penting untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.
Dalam menghadapi fenomena El Nino ini, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait menjadi semakin penting. Dengan informasi yang tepat dan tindakan yang responsif, risiko yang ditimbulkan oleh fenomena cuaca ekstrem ini dapat diminimalisir, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman.
➡️ Baca Juga: Karhutla Kalimantan, TNI AU Kerahkan 5 Pesawat untuk Penanganan Darurat
➡️ Baca Juga: Tips Aman Berkendara di Hujan Abu Vulkanik untuk Melindungi Diri dan Kendaraan




