Bazar Lebaran Betawi Meningkatkan Dukungan untuk UMKM Lokal di Jakarta

Jakarta – Dalam rangka merayakan Lebaran Betawi, kegiatan bazar yang diadakan di kawasan Agro Wisata Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, telah memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat. Para pengusaha ini mengungkapkan bahwa omzet penjualan mereka mengalami peningkatan yang signifikan berkat acara tersebut.

Peningkatan Penjualan untuk UMKM

Selama dua hari penyelenggaraan pada tanggal 18-19 April, penjualan dari para pelaku UMKM menunjukkan hasil yang menggembirakan. Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Timur, Andi Ahmad Refi, menyatakan bahwa banyak di antara mereka yang merasakan dampak positif dari bazar ini.

“Penjualan yang terjadi selama dua hari pelaksanaan bazar sangat laris,” ungkap Refi saat memberikan keterangan di Jakarta. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya acara seperti ini dalam mendukung pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM di Jakarta.

Partisipasi dan Keberagaman Produk

Acara bazar tahunan ini melibatkan 36 Jakpreneur yang berpartisipasi, dan sektor kuliner menjadi penyumbang omzet terbesar. Tingginya minat pengunjung terhadap produk makanan khas Betawi menjadikan sektor ini sangat diminati. “Penjualan tertinggi berasal dari sektor kuliner, yang menarik perhatian banyak pengunjung,” tambah Refi.

Bazar ini menawarkan berbagai produk, mulai dari makanan khas Betawi, kerajinan tangan, aksesori, hingga busana. Keanekaragaman produk ini menjadikan bazar ini menarik bagi masyarakat yang ingin merayakan Lebaran Betawi dengan lebih berwarna.

Pelaku Usaha Terbaik

Di antara pelaku usaha yang berpartisipasi, Deanita Novianti berhasil meraih capaian omzet tertinggi melalui produk usaha Buna Rara. Refi menjelaskan bahwa para peserta bazar ini merupakan Jakpreneur yang dibina oleh berbagai sektor di wilayah Kecamatan Cipayung, menunjukkan kolaborasi yang baik dalam pengembangan UMKM.

Keberlanjutan Kegiatan Bazar

Dari total peserta, 24 di antaranya merupakan binaan Sudin PPKUKM, sementara dua peserta berasal dari Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP). Sementara itu, masing-masing satu peserta berasal dari Sudin Kebudayaan, Sudin Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Sudin PPAPP, dan Sudin Sosial.

“Kegiatan ini merupakan sarana yang efektif untuk memperkenalkan produk UMKM kepada masyarakat dan dapat mendorong peningkatan ekonomi pelaku usaha,” jelas Refi. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat diadakan secara berkelanjutan, tidak hanya pada momentum Lebaran Betawi tetapi juga pada event-event lainnya.

Dampak terhadap Ekonomi Lokal

Dengan adanya bazar ini, diharapkan produk-produk UMKM dapat lebih dikenal luas dan berkontribusi pada peningkatan roda perekonomian masyarakat. Antusiasme masyarakat terhadap Lebaran Betawi Cipayung terlihat dari banyaknya pengunjung yang hadir, yang mencerminkan minat dan dukungan terhadap produk lokal.

Pertunjukan Seni Tradisional

Selain bazar UMKM, acara Lebaran Betawi ini juga dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni tradisional Betawi, seperti gambang kromong dan lenong. Keberagaman acara ini tidak hanya memperkuat identitas budaya Betawi, tetapi juga memberikan hiburan yang menarik bagi pengunjung.

Secara keseluruhan, Bazar Lebaran Betawi di Cipayung tidak hanya menjadi ajang promosi bagi UMKM, tetapi juga sebagai momentum penting untuk mempererat hubungan antara pengusaha dan masyarakat. Dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah melalui kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut dan berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal yang lebih berkelanjutan.

➡️ Baca Juga: Program Prabowo: Target 2.200 Rumah Sehat untuk Papua Pegunungan Dimulai 2026

➡️ Baca Juga: Daftar UTBK-SNBT 2026: Biaya dan Metode Pembayaran yang Perlu Anda Ketahui

Exit mobile version