Akademi Umumkan Aturan Baru Oscar 2027, Termasuk Pemanfaatan AI dalam Produksi Film

Pada hari Jumat, 1 Mei, Akademi Seni dan Ilmu Pengetahuan Perfilman (The Academy) mengumumkan sejumlah pembaruan penting dalam berbagai kategori penghargaan Oscar, dengan penekanan pada peran manusia dalam penulisan naskah sambil tetap membuka peluang bagi penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi film. Dalam konteks industri film yang terus berubah, langkah ini menunjukkan upaya untuk mengakomodasi perkembangan teknologi, tanpa mengabaikan esensi dari kreativitas manusia.
Perubahan Dalam Kategori Film Internasional
Aturan baru Oscar 2027 juga mencakup perubahan yang signifikan pada kategori film internasional, yang sering mendapat kritik terkait kelayakannya. Kini, kategori ini akan memperluas jangkauan kelayakan untuk mencakup film-film yang telah meraih penghargaan tertinggi di festival-festival bergengsi seperti Cannes, Venice, dan Toronto. Dengan langkah ini, The Academy bertujuan untuk lebih inklusif terhadap karya-karya dari seluruh dunia.
Pernyataan CEO The Academy
Bill Kramer, CEO The Academy, menekankan bahwa setiap tahun mereka berupaya untuk membuat perubahan yang dianggap bijaksana dan progresif. Dalam wawancaranya dengan Associated Press, ia menyatakan, “Jelas, seiring akademi menjadi lebih global, kita perlu memikirkan bagaimana kita mengundang film internasional ke dalam percakapan Oscar.” Hal ini menunjukkan niat untuk memperluas perspektif dan menjangkau audiens yang lebih luas.
Tanggapan Terhadap Kecerdasan Buatan
Dalam tinjauan tahunan terhadap aturan kelayakan Oscar, Akademi juga menghadapi salah satu isu yang paling mendesak di industri film global, yaitu penggunaan kecerdasan buatan generatif. Dalam aturan baru tersebut, dijelaskan bahwa “alat-alat tersebut tidak membantu atau merugikan peluang untuk mendapatkan nominasi,” dan bahwa setiap cabang Akademi akan menilai pencapaian dengan memperhatikan sejauh mana peran manusia dalam proses kreatif.
Akademi berhak untuk meminta informasi tambahan dari tim pembuat film mengenai penggunaan AI dan “kepengarangan manusia” yang terlibat dalam produksi. Hal ini menandakan adanya perhatian serius terhadap integritas proses kreatif dalam industri perfilman.
Pentingnya Manusia dalam Proses Kreatif
Lynetter Howell Taylor, Presiden The Academy, menekankan pentingnya keberadaan manusia dalam pusat proses kreatif. “Seiring dengan terus berkembangnya AI, percakapan kita seputar AI juga akan ikut berkembang. Tetapi bagi akademi, kami akan selalu menempatkan kepengarangan manusia sebagai pusat proses kelayakan penghargaan kami,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan komitmen Akademi untuk menjaga nilai-nilai tradisional dalam dunia perfilman.
Kelayakan Penampilan dan Teknologi AI
Mengenai kelayakan penampilan, hanya peran yang “terbukti diperankan oleh manusia dengan persetujuan mereka” yang akan dipertimbangkan. Akademi belum memberikan komentar resmi mengenai kelayakan penampilan Val Kilmer yang akan datang yang dihasilkan oleh teknologi AI, karena para pembuat film belum mengajukan permohonan untuk pertimbangan tersebut.
Contoh Kolaborasi Manusia dan Teknologi
Kemiripan yang diciptakan oleh teknologi tidak dapat dianggap sebagai aktor, namun dapat bergantung pada bagaimana karakter Kilmer dicantumkan dalam kredit film. Misalnya, apakah ia akan dicantumkan sebagai Val Kilmer atau dengan nama lain? Dalam hal ini, kita juga dapat merujuk pada Andy Serkis yang terkenal dengan perannya sebagai Gollum, yang merupakan contoh kolaborasi antara manusia dan teknologi untuk menciptakan penampilan yang luar biasa.
Evaluasi Kasus Per Kasus
Bill Kramer menyatakan, “Kami akan meninjau hal itu berdasarkan kasus per kasus.” Ini menunjukkan bahwa Akademi, seperti banyak pihak lainnya di industri, akan terus mengevaluasi dan menyesuaikan diri seiring dengan perkembangan teknologi dan praktik kreatif yang baru.
Kepastian Dalam Kategori Skenario
Dalam kategori skenario, aturannya sangat jelas: “skenario harus ditulis oleh manusia agar memenuhi syarat.” Ini menegaskan bahwa meskipun teknologi semakin maju, elemen manusia tetap menjadi pilar utama dalam proses penciptaan cerita yang berkualitas.
Menanggapi Perkembangan Teknologi
The Academy telah berulang kali meninjau dan menyesuaikan standar mereka untuk mengikuti perkembangan teknologi, baik dalam hal suara, warna, maupun citra yang dihasilkan komputer (CGI). Upaya ini mencerminkan komitmen mereka dalam menjaga relevansi dan keadilan dalam penghargaan yang mereka berikan.
- Perubahan signifikan pada kategori film internasional.
- Menekankan pentingnya peran manusia dalam penulisan naskah.
- Kelayakan penampilan hanya untuk peran yang diperankan oleh manusia.
- Evaluasi penggunaan AI dalam produksi film per kasus.
- Standar untuk kategori skenario yang jelas dan tegas.
Dengan perubahan aturan baru Oscar 2027, The Academy menunjukkan adaptasi yang cerdas terhadap tantangan dan peluang yang dihadirkan oleh kemajuan teknologi, serta tetap berkomitmen pada integritas dan nilai-nilai tradisional dalam dunia perfilman. Ini adalah langkah maju yang menarik yang tidak hanya akan memengaruhi industri film, tetapi juga memberikan kesempatan bagi kreativitas manusia untuk bersinar di tengah perkembangan teknologi yang pesat.
➡️ Baca Juga: Activision Tingkatkan Sistem Anti-Cheat Call of Duty di Season 3 Black Ops 7 dan Warzone
➡️ Baca Juga: Minecraft April Fools 2026 Belum Diluncurkan, Gamer Antusias Menantikan Update Kreatif


