Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

slot depo 10k slot depo 10k
Nasional

Diskusi Forum Iftar: Mengulas Toleransi dan Peran Penting Kepemimpinan Muda di OKI

Dalam rangka mempererat ikatan persaudaraan dan memperkokoh nilai toleransi dan harmoni di dunia Islam, Kedutaan Besar Republik Azerbaijan untuk Republik Indonesia, OIC Youth Indonesia, dan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah berkolaborasi dalam penyelenggaraan acara Ramadan Iftar Gathering. Acara ini berlangsung di Aula PP Muhammadiyah, Jakarta, pada Kamis, 6 Maret 2026, dengan mengambil tema ‘Strengthening Connectivity and Values-Based Smart Power for Tolerance and Harmony in the Islamic World’.

Menurut Astrid Nadya Rizqita, Presiden OIC Youth Indonesia, Ramadan lebih dari sekedar bulan puasa. Ia mencerminkan bulan Al-Qur’an, bulan penjernihan, realignment, dan refleksi. Puasa, katanya, bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi merupakan disiplin yang membantu kita untuk kembali fokus pada hal-hal yang benar-benar penting dalam kehidupan.

Diskusi Forum Iftar dan Dakwah Komunitas

Muchamad Arifin, Ketua LDK PP Muhammadiyah, memberikan penjelasan mengenai fokus LDK PP Muhammadiyah dalam penguatan dakwah komunitas yang dapat mencakup berbagai lapisan masyarakat, termasuk wilayah terpencil. Dakwah Muhammadiyah, menurutnya, bukan hanya dilakukan di mimbar, tetapi juga di luar mimbar. Dengan melakukan outreach dakwah hingga ke daerah-daerah terpencil, mereka berusaha untuk hadir langsung di tengah masyarakat.

Forum buka puasa bersama seperti ini, menurut Arifin, menjadi ruang yang penting untuk mempererat hubungan silaturahmi dan membangun hubungan antar komunitas. Ia juga menggarisbawahi kontribusi Muhammadiyah dalam bidang pendidikan yang telah merambah berbagai wilayah di Indonesia, termasuk kawasan timur seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur.

Pendidikan Muhammadiyah dan Toleransi

“Perguruan Tinggi Muhammadiyah telah hadir di Sorong, Papua, serta di Nusa Tenggara Timur. Banyak sekolah Muhammadiyah di daerah tersebut bahkan memiliki siswa mayoritas non-Muslim, sekitar 85 persen. Ini menunjukkan bahwa pendidikan Muhammadiyah terbuka bagi semua kalangan,” jelas Arifin.

Dewan Pembina OIC Youth Indonesia, Beni Pramula, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat hubungan baik antarnegara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Hubungan Indonesia-Azerbaijan

Beni menegaskan bahwa forum seperti ini bukan hanya sekedar buka puasa bersama, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan persahabatan dan memperkuat kerja sama antarnegara anggota OKI, termasuk antara Indonesia dan Azerbaijan.

Dalam konteks hubungan Indonesia dan Azerbaijan, terdapat narasi sejarah yang menunjukkan keterkaitan kedua negara. Beberapa studi akademik, termasuk yang diungkapkan oleh peneliti Azerbaijan Zaur Aliyev, menemukan hipotesis bahwa Maulana Malik Ibrahim, salah satu tokoh Wali Songo yang dikenal sebagai Sunan Gresik, memiliki keterkaitan dengan kawasan Kaukasus, termasuk wilayah Azerbaijan saat ini. Narasi ini menjadi pengingat bahwa hubungan antara masyarakat di dunia Islam telah terjalin sejak lama.

➡️ Baca Juga: Harga iPhone 13 Second Maret 2026 Terbaru, Mulai Dari Rp7 Jutaan

➡️ Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Seusai Pemeriksaan Bareskrim Polri: Harapan Keadilan Restoratif Mendominasi

Related Articles

Back to top button