Tingkatkan Keselamatan Transportasi dengan Perkuatan SMK PAU dan Pengawasan Kendaraan ODOL

Angka kecelakaan di sektor transportasi darat menjadi isu yang sangat mendesak. Data dari Korlantas Polri menunjukkan bahwa pada tahun 2025 terjadi 141.608 insiden kecelakaan, mengakibatkan 21.717 jiwa kehilangan nyawa. Situasi ini mendorong pemerintah untuk memperkuat upaya dalam meningkatkan keselamatan transportasi demi perlindungan masyarakat.
Keselamatan Transportasi: Prioritas Utama
Dalam sebuah pernyataan, Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, menegaskan bahwa tingginya angka kecelakaan lalu lintas tidak bisa dianggap sepele. Keselamatan transportasi harus menjadi fokus utama dalam setiap kebijakan dan tindakan yang diambil. Ia menjelaskan langkah-langkah yang sedang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan keselamatan di sektor ini.
“Kecelakaan dan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas sangat mengkhawatirkan. Meskipun ada beragam faktor yang menyebabkan kecelakaan, pemerintah harus tetap berkomitmen untuk mengutamakan keselamatan guna menekan angka kecelakaan dan fatalitas melalui berbagai upaya,” ujar Aan saat memberikan pemaparan dalam kegiatan Lokakarya Forum Wartawan Perhubungan di Bandung, Jawa Barat, pada 2 Oktober.
Penguatan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU)
Salah satu langkah yang diambil oleh Ditjen Perhubungan Darat untuk meningkatkan keselamatan transportasi adalah melalui penguatan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU). Ini merupakan upaya penting dalam memastikan bahwa perusahaan angkutan umum memiliki standar keselamatan yang tinggi.
Rencana penguatan SMK PAU akan dilakukan dengan mengintegrasikan sistem perizinan, menerapkan sistem pemeringkatan untuk evaluasi elemen SMK, menyelaraskan audit, serta unit penjamin mutu. Lebih jauh, akan ada dorongan untuk melakukan asesmen dan sertifikasi kompetensi bagi penyusun dokumen SMK PAU yang melibatkan berbagai level dalam perusahaan angkutan umum, mulai dari direktur hingga petugas keselamatan.
Pentingnya Penerapan SMK PAU
Aan menekankan bahwa penerapan sistem manajemen keselamatan di perusahaan angkutan umum sangat krusial untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Perusahaan yang menerapkan sepenuhnya dan dengan baik 10 elemen SMK PAU umumnya memiliki tingkat kecelakaan yang rendah.
Mewujudkan Zero Over Dimension Over Load (ODOL)
Selain penguatan SMK PAU, upaya lain yang dilakukan untuk meningkatkan keselamatan transportasi darat adalah menuju program Zero Over Dimension Over Load (ODOL). Ini melibatkan pengawasan ketat terhadap angkutan barang, terutama terkait pelanggaran yang berkaitan dengan dimensi dan muatan kendaraan. Data menunjukkan bahwa angkutan barang berkontribusi sekitar 10 persen terhadap kecelakaan lalu lintas.
Regulasi dan Pengawasan yang Diperkuat
Pemerintah melaksanakan program Zero ODOL melalui beberapa pendekatan, termasuk penguatan regulasi dengan mengusulkan revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Di sisi lain, dalam hal pengawasan, pemerintah berfokus pada transformasi dari pengawasan konvensional menuju sistem pengawasan yang berbasis teknologi melalui ETLE HUB.
- Penguatan regulasi untuk kendaraan angkutan barang.
- Transformasi pengawasan ke teknologi berbasis ETLE HUB.
- Meluncurkan surat muatan barang (SUMBA) terintegrasi dengan ETLE HUB.
- Meningkatkan pengawasan di simpul-simpul penyeberangan.
- Integrasi data dengan sistem penimbangan kendaraan.
Aan menambahkan bahwa pengawasan juga dilakukan di titik-titik penyeberangan untuk memastikan bahwa kendaraan yang masuk ke kapal memenuhi ketentuan daya angkut dan dimensi yang diperbolehkan. Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan PT ASDP Indonesia Ferry untuk mengintegrasikan data dengan sistem penimbangan kendaraan di beberapa pelabuhan penyeberangan. Ke depan, pengelola pelabuhan lainnya juga akan didorong untuk memperkuat fasilitas pengawasan mereka.
Membangun Budaya Keselamatan Bersama
Pemerintah terus berupaya untuk membangun budaya keselamatan di jalan raya, namun hal ini memerlukan komitmen bersama dari semua pihak, termasuk stakeholder dan masyarakat sebagai pengguna jalan. Aan berharap bahwa setiap perjalanan bisa dimulai dengan sistem yang aman dan pengawasan yang konsisten serta efektif.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap perjalanan dimulai dari sistem yang aman serta pengawasan yang konsisten dan efektif,” tutup Aan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan keselamatan transportasi dapat ditingkatkan secara signifikan, sehingga masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam beraktivitas.
➡️ Baca Juga: Piala Dunia 2026: Senator AS Tanggapi Kenaikan Tarif dan Peran FIFA yang Mencolok
➡️ Baca Juga: Surabaya Menjadi Tuan Rumah Playoff MPL ID Musim 18 dengan Persiapan Matang




