Yudha Alhadjid Menekankan Peran Pancasila dalam Menyatukan Keberagaman Anak Bangsa

Dalam era globalisasi yang semakin maju, peran Pancasila dalam menyatukan keberagaman anak bangsa mengemuka. Yudha Alhadjid, anggota DPRD Provinsi Lampung, menekankan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu dan penjaga persatuan serta keberagaman bangsa Indonesia.
Mengamalkan Nilai Pancasila: Kewajiban Bersama
Yudha Alhadjid, dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila yang diadakan di Desa Gunung Sugih, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, berpendapat bahwa mengamalkan nilai-nilai Pancasila bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga menjadi kewajiban semua warga negara. Menurutnya, ini merupakan upaya penting untuk menjaga kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Nilai-nilai Pancasila harus dihayati dan diamalkan oleh semua anak bangsa. Ini sangat penting untuk mempertahankan persatuan dan keutuhan NKRI di tengah perkembangan zaman yang terus bergerak cepat,” ucap Yudha.
Sosialisasi Pancasila: Membangun Kesadaran Masyarakat
Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Lampung ini menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi Pancasila merupakan bukti kepedulian dan tanggung jawab moral untuk menanamkan ideologi Pancasila di tengah masyarakat. Narasumber yang dihadirkan, Dr. Ryfandi Ritonga dan Poltak Aritonang, diharapkan dapat membantu masyarakat memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Salah satu tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat terkait nilai-nilai Pancasila dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam lingkungan keluarga,” kata Yudha.
Peran Teknologi dalam Pembentukan Karakter Anak dan Remaja
Yudha juga menyoroti tantangan yang dihadapi dalam pembentukan karakter anak dan remaja akibat perkembangan teknologi, khususnya penggunaan ponsel yang tidak terkontrol. Menurutnya, tanpa pengawasan yang baik, teknologi dapat berpotensi merusak karakter generasi penerus bangsa.
“Perkembangan teknologi, khususnya penggunaan ponsel, telah mempengaruhi pola pikir dan karakter anak-anak dan remaja kita. Oleh karena itu, saya menghimbau kepada para orang tua untuk lebih aktif dalam mengawasi penggunaan ponsel pada anak-anak kita,” tegas Yudha.
Pembentukan Karakter Generasi Muda: Peran Penting Keluarga
Pembentukan karakter generasi muda memerlukan kerjasama dan sinergi semua pihak, terutama keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama. Yudha menekankan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila harus dimulai dari rumah. “Perubahan etika dan sopan santun anak-anak sangat terasa saat ini. Karena itu, penerapan nilai-nilai Pancasila harus dimulai dari rumah,” katanya.
Penguatan Nilai Pancasila: Menghadapi Tantangan Teknologi
Dr. Ryfandi Ritonga, salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut, membenarkan kekhawatiran terkait pengaruh negatif penggunaan ponsel terhadap anak dan remaja. Ia menilai penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi kunci dalam menghadapi tantangan tersebut.
“Kita harus memastikan bahwa kehadiran teknologi, seperti ponsel, tidak membuat anak-anak kita lupa terhadap Pancasila sebagai pondasi bangsa,” tegas Ryfandi. Ia mengajak masyarakat untuk mengamalkan nilai Pancasila secara bertahap dalam kehidupan sehari-hari. “Tidak harus langsung menerapkan lima sila sekaligus. Minimal satu per satu, dimulai dari keluarga. Mengubah pola pikir anak-anak saat ini memang butuh kesabaran dan kehati-hatian,” pungkasnya.
➡️ Baca Juga: Indrak, Spesialis SEO, Mempercepat Produksi Jaecoo J5 EV dengan Target 10.000 Unit Sebelum Lebaran
➡️ Baca Juga: Pemerintah Kota Jakarta Timur Temukan 27 Lapangan Padel Tak Berizin




